Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Bupati Klaten Usul Motif Sindu Melati Jadi Seragam PNS

18 Oktober 2019, 12: 47: 21 WIB | editor : Perdana

DIRESMIKAN: Pidato Bupati Klaten Sri Mulyani di sela peluncuran motif batik sindu melati di Kompleks RSPD Sunan Pandanaran, kemarin (17/10).

DIRESMIKAN: Pidato Bupati Klaten Sri Mulyani di sela peluncuran motif batik sindu melati di Kompleks RSPD Sunan Pandanaran, kemarin (17/10). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Bupati Klaten Sri Mulyani me-launching motif batik Sindu Melati, kemarin (17/10). Peluncuran motif batik yang jadi ciri khas Kota Bersinar ini berlangsung di Gedung RSPD Sunan Pandanaran. Di sela Pameran Ekonomi Kreatif. Motif ini diusulkan jadi seragam pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Klaten.

Usulan motif sindu melati sebagai seragam PNS mungkin diterapkan pada 2020. Namun, pengadaan seragam tidak akan dibiayai dari APBD. Sembari berharap PNS membeli secara mandiri, langsung ke perajin batik.

“PNS kan orang pertama yang harus mempromosikan dan mengetahui potensi Klaten. Seperti batik sindu melati ini. Saya harapkan bisa dikenakan saat mereka dinas ke luar kota. Hitung-hitung sebagai ajang promosi,” ucap Sri Mulyani.

Andai terealisasi, seragam batik motif sindu melati bakal digunakan tiap Selasa dan Jumat. Saat PNS tidak disubsidi, bupati justru mengusulkan pengadaan untuk ketua RT, RW, dan badan permusyawaratan desa (BPD) se-Klaten. 

Diketahui, jumlah seluruh ketua RT dan RW di Klaten mencapai 4.000 orang. Terkait harga, per potong kain batik sindu melati sekitar Rp 100 ribu.

 “Harapan saya diawali dari yang kecil. Bisa ditanggung APBD untuk pak RT, RW, dan BPD. Mengingat mereka tidak mendapatkan penghasilan tetap seperti perangkat desa lainnya. Ini baru usulan ya. Mudah-mudahan disetujui DPRD,” jelasnya.

Sementara itu, batik sindu melati sudah dipesan jajaran dinas perdagangan, koperasi dan UMKM (Disdagkop dan UMKM). Memesan 300 potong kepada perajin. Kepala Disdagkop dan UMKM Klaten Bambang Sigit Sinugroho mengaku seragam ini warna dasarnya merah.

“Pengadaan seragam pakai uang pribadi masing-masing pegawai. Pakai batik cap harganya per potong Rp 100 ribu. Kenapa warna merah? Karena lebih cerah saja,” beber Bambang. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia