Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Iman Budi: Ngapain Kesana Kalau Tidak Optimistis

19 Oktober 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Perdana

BINTANG LAPANGAN: Iman Budi melakukan selebrasi usai mencetak gol untuk tim Persis Solo di Liga 2 2019.

BINTANG LAPANGAN: Iman Budi melakukan selebrasi usai mencetak gol untuk tim Persis Solo di Liga 2 2019. (RADAR MADIUN PHOTO)

Share this      

SOLO – Penggawa Persis Solo dipastikan akan berjuang tanpa pemain ke-12nya. Yakni Pasoepati maupun Surakartans yang tak diizinkan untuk mengawal Persis kontra PSIM di Stadion Mandala Krida, 21 Oktober mendatang.

“Pinginnya sih, seperti waktu melawan PSIM di Madiun dulu (16/8). Kan semangatnya bisa berlipat-lipat jika ada mereka,” Iman Budi, salah satu pemain Persis Solo kepada Jawa Pos Radar Solo.

Dalam laga pertemuan pertama di Stadion Wilis (16/8) tersebut, Persis sukses menang tipsi atas PSIM 2-1. Dalam laga tersebut ribuan suporter Persis memadati setiap sudut di stadion di Kota Madiun tersebut.

Tanpa Suporter bukan berarti mereka lesu sebelum bertanding. Situasi ini malah jadi motivasi pemain Laskar Sambernyawa untuk takpil allout, dan memberikan kado kemenangan untuk masyarakat Solo. 

Iman sadar bahwa Pasoepati dan Surakartans terlalu rawan jika memaksakan datang langsung ke Jogja untuk mengawal mereka bertanding. ”Ya harus optimistis.  Ngapain  berangkat kesana (Jogja), kalo tidak optimistis. Kita yakin pasti menang. Kami cuma bisa minta doa, soalnya kan rawan juga kalo bisa datang ke sana. Saya berharap bisa bawa Persis Liga 1, kuncinya besok (Senin) harus bisa menang (agar bisa lolos ke babak 8 Besar Liga 2, Red),” harap gelandang yang diboyong Persis musim ini dari Madura FC tersebut. (mg9/mg10/nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia