Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Olahraga

Roller Jepang Unjuk Gigi

19 Oktober 2019, 08: 35: 59 WIB | editor : Perdana

JADI TERCEPAT: Kohei Koyama saat terjun di International Inlineskate Competition 2019 di Velodrome Manahan, Jumat (18/10)

JADI TERCEPAT: Kohei Koyama saat terjun di International Inlineskate Competition 2019 di Velodrome Manahan, Jumat (18/10) (ANDY AZMY FOR RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Ratusan roller dari berbagai daerah bersaing untuk jadi yang tercepat di ajang International Inlineskate Competition 2019, yang memperebutkan Piala Wali Kota Solo di Velodrome Manahan (18-20/10). Beberapa roller dari luar negeri juga unjuk gigi, salah satunya adalah Kohei Koyama.

Pemuda 21 tahun asal Jepang tersebut mewakili dari Toyo University. Pemuda kelahiran Osaka ini, mempunyai teknik yang bagus dan kuat. Akan tetapi dalam bertanding memiliki permasalahan terkait cuaca.

“Di sini  suhunya panas banget. Kalau di sana (Jepang) kan biasanya  17 derajat celcius. Itu berpengaruh dalam bertanding, membuat dehidrasi dan pandangan menjadi silau,” katanya.

Walaupun memiliki masalah dalam hal suhu. Hal tersebut tak menyurutkan prestasinya. Dia berhasil menjadi juara di kelas speed.

Sebelumnya datang ke Indonesia, Kohei sempat bergabung latihan bersama dengan klub Kairos Semarang.

”Dia dapat beasiswa di kampusnya untuk belajar di luar negeri sesuai bidangnya, yakni sepatu roda. Dia disuruh latihan dengan berbagai klub di luar Jepang. Kemudian dia memilih Kairos Semarang, karena punya teman yang kenal dengan saya,” tutur Kohei yang ditranslitkan oleh Natasya Marcellina, sekaligus pelatih asal Semarang.

Pemuda kelahiran bulan April ini mengungkapkan, mulai menyukai dunia sepatu roda sejak umur 6 tahun. Dia juga pernah menjuarai kejuaraan nasional di Jepang. Tak heran jika dia juga terpilih menjadi penggawa Timnas sepatu roda di Negara Matahari Terbit.

Selama 3 minggu di Indonesia, ia mulai belajar untuk beradaptasi. Mulai dari cuaca, lingkungan, makanan, budaya dan jam tidur yang berbeda.

”Dia lebih belajar ke makanan sama budaya. Contohnya penggunaan tangan kanan untuk makan  dan cara bersalaman jika bertemu dengan orang,” tuturnya.

Hingga berita ini ditulis, di kelas speed Kiss Karawang sudah mendulang tujuh emas, lima perak dan satu perunggu, disusul PSSC Surakarta dengan raihan tiga emas, satu perak dan satu perunggu. Tuan rumah Rogliss Solo di tempat ketiga dengan raihan dua emas, tiga perdak dan satu perunggu.

Untuk kelas standard, Kairos Semarang di posisi teratas dengan tabungan lima emas, tujuh perak dan dua perunggu. Disusul Boskresero Solo dengan  dua emas dan satu perunggu.  

Jay Sapto selaku ketua panitia menjelaskan bahwa kejuaraan sepatu roda antar-klub bertarap internasional ini  diikuti sebanyak 499 atlet.

“Pesertanya ada dari Bandung, Karawang, Bogor, Tangerang Selatan, Bekasi, DKI Jakarta, Semarang, Puwokerto, Temanggung, Kudus, Jogja, Malang, Surabaya, Gresik, dan Tuban. Ada juga satu dari Jepang,” ujar Jay. (mg9/mg7/nik).

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia