Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola
Persis Optimistis Jegal PSIM

Kowe Kudu Sangar, Sis!

19 Oktober 2019, 09: 50: 59 WIB | editor : Perdana

SARAT GENGSI: Laga Persis Solo (jersey merah) melawan PSIM Jogja di Stadion Wilis Madiun, 16 Agustus lalu.

SARAT GENGSI: Laga Persis Solo (jersey merah) melawan PSIM Jogja di Stadion Wilis Madiun, 16 Agustus lalu. (BAGAS/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Yang namanya derby, tentu kemenangan adalah hal yang pertaruhan kedua kubu untuk bisa mendapatkannya. Tak hanya untuk mengamankan poin penuh semata, lebih kepada pertarungan harga diri nama sebuah kota juga. Tak salah jika baik Persis Solo maupun PSIM Jogja siap tampil allout memperlihatkan kemampuan terbaiknya di lapangan, 21 Oktober mendatang.

Terlebih kemenangan bisa menentukan salah satu kedua kubu untuk membuka pintu lolos ke babak 8 besar Liga 2 2019. 

”Di lapangan, pemain yang menentukan segalanya. Saat ini kita terus mematangkan skema permainan dan motivasi mereka. Saya yakin kita bisa mencuri poin penuh di sana (Jogja) nanti,” terang Pelatih Persis Solo Salahudin.

Eks pelatih Persiba Balikpapan tersebut paham PSIM memiliki materi yang tak bisa diselepekan. Bahkan pemain cadangan mereka pun sebagian besar sudah punya nama di Liga Indonesia. ”Tak usah pikirkan pemain mereka seperti apa, kita fokus saja pada tim. Yang pasti kita sudah menyiapkan beberapa taktik untuk laga besok,” terangnya.

Dalam pertemuan pertama di Stadion Wilis, Agustus lalu, Persis sukses menang dengan skor 2-1 atas PSIM. Sayangnya di putaran kedua, Laskar Mataram melakukan perombakan total. Situasi ini membuat komposisi pemain inti dipastikan akan berbeda dalam pertemuan kedua di Stadion Mandala Krida 21 Oktober mendatang tersebut.

Walau begitu, Persis tentu sudah memantau permainan lawan seperti apa. Seperti Cristian Gonzales, hingga eks pemain terbaik Liga 2 musim lalu Ichsan Pratama.

“Kita antisipasi semuanya. Jadi siapa yang kita kawal. Seperti Gonzales akan kita tutup (pergerakanya) begitu juga Ichsan yang akan kita jaga ketat nantinya,” ujarnya.

Di lain sisi, Salahudin sudha punya bayangan. Teror suporter lawan tentu akan jadi momok nyata yang mungkin akan terjadi sepanjang 90 menit nantinya. 

”Kita sudah beri masukan ke pemain. Teriakan dari penonton, anggap saja itu jadi motivasi pemain kita. Jangan malah jadi beban,” tuturnya.

DPP Pasoepati sadar mereka tak akan mengawal Persis di lapangan.Ini sesuai keputusan dari manajemen PSIM yang tak memberikan kuota kepada mereka untuk datang secara langsung di laga ini.

”Kita juga sudah diultimatum oleh pihak kepolisian, jadi kita tetap akan menjalaninya untuk tak datang ke sana. Yang pasti kami sangat berharap pemain (Persis) bisa bermain dengan totalitas di lapangan, buktikan bahwa kita bisa (menang di kandang PSIM),” ujar Presiden DPP Pasoepati Aula Haryo. (nik

a

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia