Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Inklusi Keuangan Solo Tertinggi

Karanganyar dan Wonogiri Perlu Ditingkatkan

19 Oktober 2019, 18: 35: 05 WIB | editor : Perdana

Kepala OJK Solo Eko Yunianto

Kepala OJK Solo Eko Yunianto

Share this      

SOLO – Otoritas Jasa keuangan (OJK) terus menggenjot inklusi dan literasi keuangan. Agar masyarakat kian paham terkait keuangan. Dengan literasi dan inklusi yang baik, kesejahteraan ekonomi masyarakat ikut meningkat. Nah, di eks Karesidenan Surakarta, inklusi keuangan tertinggi dipengang Kota Solo.

Meningkatkan inklusi dan literasi keuangan, OJK bersama stakeholder getol sosialisasi. Kepala OJK Solo Eko Yunianto mengatakan, target inklusi keuangan di Kota Solo harus 70 persen hingga akhir tahun. Salah satu upaya yang dilakukan, lewat pameran industri keuangan yang melibatkan perbankan maupun non-perbankan yang sudah terdaftar di OJK .

Eko menilai pertumbuhan inklusi danliterasi keuangan di Kota Solo cukup pesat. Dilihat dari kinerja dan aset perbankan yang terus meningkat. OJK optimistis target tersebut bisa tercapai.

“Sejauh ini sudah banyak masyarakat yang paham dan mulai melibatkan lembaga keuangan dalam usaha maupun menabung. Beberapa perbankan seperti Bank Solo juga sudah memberikan kredit Melati (Melawan Rentenir) dengan bunga rendah. Kemudian bank himbara (himpunan bank negara) juga menberikan suku bunga KUR rendah, 5-6 persen,” jelas Eko usai membuka pameran di Solo Paragon Lifestyle Mall, Jumat (18/10).

Ditambahkan Eko, industri keuangan sudah paham apa yang dibutuhkan masyarakat. Sekaligus membantu kondisi keuangan maupun usaha yang sedang dijalani. Terkait literasi, OJK masih mengejar target. Diperkirakan Kota Bengawan bisa menyamai nasional di angka 35 persen. 

“Tingkat literasi dan inklusi yang paling tinggi masih melalui perbankan. Kami juga akan menyosialisasikan industri keuangan selain bank. Seperti asuransi, pasar modal, Pegadaian, dan masih banyak lainnya,” tuturnya. 

Sementara itu, Pimpinan Cabang BRI Solo Slamet Riyadi Agustina Wulandari menyampaikan, inklusi keuangan tertinggi masih dipegang Kota Solo. Sedangkan terendah ada di wilayah Karanganyar dan Wonogiri. Dampak sosialisasi lebih mudah ditangkap generasi milenial dan setiap tahunnya ada peningkatan. Sasarannya generasi milenial lewat beberapa program khusus dengan bunga ringan. 

“Fokusnya menabung sejak dini. Sasaran utama kami pelajar. Selain itu, sekarang ini banyak milenial yang sudah pakai gadget dan menggunakan alat pembayaran digital. Mereka mau tidak mau harus buka rekening tabungan untuk menggunakan platform tersebut. Target kami tahun ini 17 persen untuk pembukaan rekening baru di Solo dan sekitarnya,” bebernya. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia