Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar
Aktifitas pedagang di pasar Nglano, Tasikmadu

2 Pasar Pilot Project E-Retribusi

19 Oktober 2019, 19: 16: 21 WIB | editor : Perdana

Aktifitas pedagang di pasar Nglano, Tasikmadu,Karanganyar

Aktifitas pedagang di pasar Nglano, Tasikmadu,Karanganyar (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Pasar Nglano Tasikmadu dan Pasar Matesih bakal dijadikan sebagai pilot project penerapan sistem retribusi elektronik (E-Retribusi) tahun depan. Hal itu sebagai upaya untuk menaikkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar.

Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) Karanganyar, Waluyo Dwi Basuki menjelaskan, dalam penerapan sistem e-retribusi, nantinya semua pedagang akan diberikan kartu. Pembayaran e-rertibusi tidak akan melibatkan petugas penarik. Melainkan akan menggunakan sistem barcode.

”Penerapannya seperti pada e-tol. Jadi setiap pedagang mendapat kartu, kemudian kami sediakan alat scan barcode di pasar itu,” jelas Waluyo Dwi Basuki.

Waluyo menambahkan, target PAD dari sektor retribusi pedagang tahun ini ditargetkan sebesar Rp 2,5 milliar. Periode Januari hingga Oktober ini sudah tercapai 76 persennya. Pihaknya optimistis target itu bisa terpenuhi.

”Apalagi nanti akan kita gunakan sistem e-retribusi. Saya kira dengan sistem itu akan semakin memudahkan dalam penarikan retribusi ke pedagang,” jelasnya.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan, dua pasar itu dipilih karena sarana dan prasarananya memadahi. Apalagi dua pasar tersebut baru selesai dibangun beberapa tahun terakhir.

”Pedagang saya rasa sudah siap menjalankan sistem baru ini. Pedagang yang berjualan juga sudah modern dan tahu teknologi,” terang bupati.

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi B Latri Sulistyowati meminta rencana itu dirumuskan secara matang. Pemkab Karanganyar harus memprioritaskan perbaikan pasar secara menyeluruh terlebih dulu. Dari pada menerapkan e-retribusi yang belum tentu bisa dipahami pedagang.

”Kita mendukung dengan adanya sistem e-retribusi tersebut. Karena kalau diihat dari sejumlah pedagang yang ada, mereka mampu secara sumber daya manusia-nya. Akan tetapi sebelum dilaksanakan, kami berharap pemerintah menata pasar yang kondisinya masih memprihatinkan,” terang Latri. (rud/adi)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia