Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Belum Ada yang Berani Daftar Balon Bupati

19 Oktober 2019, 19: 21: 52 WIB | editor : Perdana

AMBIL FORMULIR: A.S. Joko Prayitno (kanan) bersalaman dengan Sekretaris DPC PDIP Wonogiri Setyo Sukarno, Kamis malam (17/10).

AMBIL FORMULIR: A.S. Joko Prayitno (kanan) bersalaman dengan Sekretaris DPC PDIP Wonogiri Setyo Sukarno, Kamis malam (17/10). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Pendaftaran bakal calon (balon) kepala daerah melalui DPC PDI Perjuangan Wonogiri sudah ditutup, Kamis (17/10)  pukul 00.00. Namun, belum ada satu pun yang mengambil formuli pendafataran balon bupati. 

Baru ada dua kader internal PDI Perjuangan yang mengambil formulit untuk posisi balon wakil bupati (wabup). Mereka adalah A.S. Joko Prayitno dan Sutarso. "A.S Joko Prayitno mengambil formulir (Kamis 17/10) pukul 20.00 dan Sutarso pukul 20.45. Untuk (balon) bupati belum ada yang mengambil formulir," kata Sekretaris DPC PDI Perjuangan Setyo Sukarno.

Untuk balon bupati, lanjut Setyo, pendaftaran bukan hanya melalui DPC, tapi bisa juga lewat DPD maupun langsung ke DPP. Setelah mendapatkan formulir pendaftaran dang mengisinya, balon kepala daerah harus melengkapi berkas-berkas. Setelah diverifikasi, formulis dan berkas pendaftaran akan dikirim ke DPP. Pihak DPP yang akan memberikan rekomendasi.

Terpisah, Ketua DPC PDI Perjuangan Wonogiri Joko Sutopo mengaku telah mengetahui dua kader partainya mengambil formulir pendaftaran balon wabup. Lalu, siapa yang akan dijagokan sebagai balon bupati? Joko Sutopo terlebih dahulu akan melihat dinamika politik di Kota Sukses.

"Dinamika politiknya nanti seperti apa, kami akan konsultasi dengan para senior. Termasuk dengan ketua DPD dan konsultasi ke DPP," ungkapnya.

Yang harus jadi pemahaman masyarakat, imbuh pria yang juga menjabat bupati Wonogiri ini, ada proses sangat panjang untuk DPP mengeluarkan rekomendasi kepada balon kepala daerah.

"Harus ada kedisiplinan, harus ada ketaatan terhadap kebijakan kepartaian. Kita boleh berkeinginan. Saat nanti DPP punya pertimbangan lain, berarti keinginan kita itu harus kita evaluasi. Keinginan kita itu berarti belum tentu sesuai dengan keinginan organisasi. Maka saya tidak pernah mengeluarkan statemen apa pun terkait pencalonan menjadi bupati," beber dia. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia