Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo
Pasca Penangkapan Terduga Teroris

Pendatang Harus Serahkan Idenditas Diri

19 Oktober 2019, 19: 33: 04 WIB | editor : Perdana

JAGA WILAYAH: Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas (tengah) beri keterangan pers.

JAGA WILAYAH: Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas (tengah) beri keterangan pers.

Share this      

SUKOHARJO – Pasca penangkapan sejumlah terduga teroris di Kota Makmur, Selasa (15/10), polres dan Kodim 0726 Sukoharjo mengimbau pada camat dan lurah mengoptimalkan pendataan warganya. Terutama yang tinggal di rumah kos.

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas menilai, kultur masyarakat sedikit bergeser menjadi sedikit acuh dengan kondisi lingkungannya. 

"Kami imbau pemilik usaha kos, jika ada yang hendak nge-kos agar menyerahkan data diri ke RT setempat. Ini penting untuk mencegah hal tak diinginkan. Kita bekerja sama dengan TNI dan pemkab menjaga kondusivitas wilayah,” papar dia.

Terpisah, Dandim 0726 Sukoharjo Letkol Inf. Chandra Ariyadi Prakosa menuturkan, jelang pelantikan presiden-wakil presiden 20 Oktober, pihaknya mengimbau kades, lurah, camat dan elemen masyarakat lainnya menjaga keamanan lingkungan masing-masing. 

Pelaporan data diri kepada RT maupun kelurahan, lanjut Chandra, tidak hanya ditujukan kepada pendatang. Tapi juga bagi warga pindah domisili. Itu guna memudahkan pendataan mobilitas warga yang masuk maupun keluar Kota Makmur. “Ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ucap dia. 

Sementara itu, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya berjanji memperketat pendataan pedatang. Mereka harus menyerahkan fotokopi KTP dan KK kepada RT setempat. 

“Dengan begitu kan ketahuan domisilinya dari mana. Jika ada pendatang tidak mau menyerahkan identitas, ya ditolak, nggak boleh kos. Tidak mau memberikan identitas, berarti ya harus siap ditolak masyarakat. Karena itu tanda-tanda tidak baik," tegasnya. (rgl/wa)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia