Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Ganjar-Sri Mulyani Tarik Tambang Lawan Bocah

19 Oktober 2019, 19: 39: 50 WIB | editor : Perdana

CERIA: Bupati Klaten Sri Mulyani (kiri) dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bermain tarik tambang di Desa Dolanan Sidowayah, Polanharjo(18/10).

CERIA: Bupati Klaten Sri Mulyani (kiri) dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bermain tarik tambang di Desa Dolanan Sidowayah, Polanharjo(18/10).

Share this      

KLATEN – Suasana ceria terpancar di wajah puluhan anak-anak di Desa Dolanan Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jumat (18/10). Mereka antusias berebut memainkan aneka dolanan tradisional seperti balap karung, engklek, tarik tambang, bakiak, dan sebagainya. Menariknya, Gubernur Ganjar Pranowo dan Bupati Klaten Sri Mulyani duet main tarik tambang melawan anak-anak tersebut.

Ganjar terlihat larut dalam kebahagiaan. Seperti terkenang pada masa kecilnya. Dia begitu bersemangat menyoraki anak-anak yang sedang bermain. Tak hanya melihat, Ganjar juga mengajak mereka ikut lomba tarik tambang. Tim Ganjar berisi anak laki-laki. Melawan tim Bupati Klaten Sri Mulyani dari perwakilan anak-anak perempuan.

Saat lomba berlangsung, keusilan Ganjar muncul. Alih-alih membantu timnya menang. Ganjar berbalik arah membantu tim Sri Mulyani. Hasilnya, tim anak perempuan menang.

“Wah, lha kono wong gedhene ono loro (wah, yang di sana orang besarnya ada dua). Yo mesti kalah (ya pasti kita kalah),” celetuk salah seorang anggota tim Ganjar disambut tawa semua peserta.

Ganjar mengaku bahagia melihat keceriaan anak-anak. Saat di tempat lain ada banyak anak-anak masuk rumah sakit jiwa karena kecanduan gadget, di Klaten dia menemukan anak-anak yang masih bermain permainan tradisional.

“Saya senang sekali anak-anak ini masih bermain tarik tambang, engklek, balap karung, teklek racing, dan permainan lain. Mereka bersentuhan. Ada perasaan dan emosi tercurah. Jatuh bareng, tertawa bareng, nangis bareng. Sebagai manusia, mereka saling bertemu dan berbahagia,” kata Ganjar.

Di tengah dunia yang mengintimidasi melalui gadget, lanjut Ganjar, di Sidowayah, Klaten masih banyak anak-anak yang bermain permainan tradisional. Lewat permainan tradisional itu, anak-anak akan hidup sebagai manusia sempurna.

“Selain menyehatkan, anak-anak akan memiliki memori tak terlupakan sampai tua nanti. Ini keren. Mari kita kurangi gadget pada anak-anak. Ajak mereka bermain bersama seperti ini,” tandasnya.

Fasilitator Desa Dolanan Sidowayah Marno mengatakan, kampung dolanan tersebut dibentuk sejak 2017. Terdapat berbagai jenis permainan anak tradisional. Seperti engklek, gobak sodor, egrang, teklek, balap karung, dan lainnya.

“Tujuan kami supaya anak-anak tidak tergantung gadget. Ketergantungan gadget sangat membahayakan, khususnya pada kesehatan dan pola pikir anak. Dengan permainan tradisional ini, anak dapat bermain dengan ceria, berkumpul, sehat, dan bermanfaat,” ucapnya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia