Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Travelling
Merasakan Kesegaran Umbul-Umbul di Klaten

Umbul Brondong yang Sayang Untuk Dilewatkan

20 Oktober 2019, 16: 10: 59 WIB | editor : Perdana

Umbul Brondong yang Sayang Untuk Dilewatkan

Julukan kota seribu mata air memang pantas disematkan untuk Kabupaten Klaten. Pemandian alami yang bersumber dari umbul begitu mudah dijumpai di bagian utara Klaten. Salah satunya Umbul Brondong di Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum.

PERJALANAN menuju ke Umbul Brondong harus ditempuh dengan kendaraan pribadi baik sepeda motor maupun mobil. Mengingat tidak ada angkutan umum yang bisa mengantarkan sampai ke pemandian alami tersebut. Meski begitu, Umbul Brondong tetap mudah dijangkau oleh para wisatawan dari tengah Kota Klaten.

Tetapi perjalanan yang ditempuh selama 12 menit dari pusat kota akan terbayar dengan alam hijau nan asri. Umbul Brondong berada di antara hamparan hijau persawahan dan tanaman sayur jembak. Sayang untuk dilewatkan begitu saja. Ini yang membuat saya tertarik untuk menikmati kesegaran mata air di alam terbuka tersebut.

Pada akhir pekan di pagi hari tampak sejumlah wisatawan yang didominasi para orang tua hingga lansia sedang asyik berenang di Umbul Brondong. Ada pula yang hanya sekadar berendam. Luas Umbul Brondong sekitar 10 meter x 12 meter. Apa yang mereka lakukan ini merupakan bagian dari terapi untuk kesehatan. Karena air umbul memilki kadar kandungan mineral hingga 7,8 pH.

Saya pun sempat mencoba berenang. Sensasinya memang sangat menyegarkan. Apalagi ada gelembung mata air yang keluar dari dasar umbul. Keluarnya gelembung mata air itu yang menginspirasi penamaan Umbul Brondong. Istilah brondong memang merujuk pada ukuran gelembung mata air tersebut yang berukuran kecil. 

Air dari Umbul Brondong begitu jernih. Bahkan dasar umbul begitu terlihat jelas dari atas. Kedalaman umbul hanya sekitar 1 meter hingga 1,5 meter itu. Mata air yang keluar juga begitu melimpah. Terlihat dari derasnya air yang menuju saluran air hingga ke area tanaman jembak.

Yang mengasikkan, kita bisa berenang sambil menikmati pemandangan hijau hamparan sawah serta tanaman jembak yang ditanam warga setempat. Hal ini yang tidak dijumpai dari pemandian alami lainnya di Klaten.

Setelah puas berenang, tidak ada salahnya beristirahat di pinggir umbul. Ada warung semi permanen yang menyewakan tikar sekaligus menawarkan berbagai menu makanan dan minuman. Mulai dari gorengan hingga teh hangat yang bisa menghangatkan tubuh.

Ada pula gazebo di pinggir hamparan tanaman selada air yang bisa dimanfaatkan untuk beristirahat. Tak jarang pengunjung anak-anak bermain air di area sawah jembak yang teraliri air Umbul Brondong. Saat ini pengelola belum menarik tiket masuk alias gratis. Wisatawan hanya cukup membayar parkir seperti sepeda motor hanya Rp 2.000 per unitnya.

Tapi yang paling penting untuk dipersiapkan adalah perlengkapan berenang dan bermain air. Termasuk kebutuhan pribadi lainnya. Mengingat keberadaannya masih alami sehingga belum ditunjang dengan fasilitas yang memadai. (ren/adi)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia