Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Features

Melihat dari Dekat Komunitas Aquascape Solo Raya

20 Oktober 2019, 16: 25: 59 WIB | editor : Perdana

Melihat dari Dekat Komunitas Aquascape Solo Raya

Hobi menghias akuarium menjadi aquascape semakin digemari banyak orang. Para pehobinya bahkan rela merogoh kocek dalam-dalam. Aquascape Solo Community (ASC) dan Aquascape Sukoharjo Area (ASA) berbagai tipsnya,

AQUASCAPE merupakan seni menghias akuarium. Tak hanya menambahkan batu-batuan dan koral, tetapi juga tanaman yang cocok dan bisa tumbuh di dalam air. Serta penambahan pasir sebagai zat yang membantu menyuburkan dan menumbuhkan tanaman.

Hobi satu ini ternyata cukup mahal. Sebab bahan dan alat yang dibutuhkan untuk membentuk aquascape sangat beragam. Misalnya tanaman air yang harus lengkap dengan pupuknya. Kemudian hewan air, koral, pasir hingga termometer. Jika dibanderol, harganya bisa mencapai jutaan. Namun peminatnya semakin banyak.

Penasihat Aquascape Sukoharjo Area (ASA), Rahmad Giri, 26 mengungkapkan, ada beberapa tema populer yang bisa diterapkan pemula untuk penataan aquascape agar terlihat bagus dan cantik.

Pertama nature style. Dalam tema ini memiliki ciri khas yaitu memberikan kesan alami dengan menambahkan batu, tanaman air dan kayu apung.

Kedua dutch style. Ciri khasnya yaitu tanaman yang digunakan bernuansa panorama dan iklim di Eropa. Ketiga iwagumi. Ciri khasnya penataan tiga jenis batu. Tema ini dipelopori oleh aquascaping modern Takashi Amano.

”Tema yang dipakai oleh kebanyakan aquascaper adalah nature style. Karena bahan yang mudah dicari serta perawatan tanaman tidak begitu sulit,” jelas Giri kepada Jawa Pos Radar Solo beberapa waktu lalu.

Untuk memberikan informasi dan memfasilitasi tentang aquascape di Solo Raya, terdapat dua komunitas aquascape yang sudah berdiri sejak lama. Yaitu Aquascape Solo Community (ASC) dan Aquascape Sukoharjo Area.

”Aquascape itu seni menata tanaman di dalam air dengan ikan sebagai pelengkap hiasan. Jadi memang tidak bisa dilakukan sembarangan,” imbuh Giri.

Ketua ASC Duta, 24 menambahkan, setiap pehobi harus punya jiwa seni dalam menta tanaman di akuarium. Selain itu juga harus punya kesabaran dalam merawat agar keindahan tetap terjaga. Dalam penentuan tanaman air dan ikan hias juga tidak bisa dilakukan sembarangan.

Dikarenakan tak semua tanaman dapat digunakan dalam akuarium. Contohnya yang dapat digunakan aquascape anubias, dan java moss. Sementara untuk ikan harus berukuran kecil dan tidak boleh menggunakan ikan yang agresif. Sebab ikan agresif dapat merusak tanaman dan menghancurkan ekosistem dalam akuarium.

”Untuk perawatan aquascape sendiri ganti air dalam aquarium hingga 50 persen untuk pertama kali. Selanjutnya bisa diatur jarak satu minggu sekali atau dua minggu sekali. Serta jaga kandungan Co2 agar tanaman dan ikan tidak cepat mati, usahakan penggunaan lampu untuk secukupnya karena kalau terlalu lama dapat menghambat fotosintesis tanaman,” tandasnya.

Saat ini komunitas ASC dan ASA memiliki jumlah anggota masing-masing sekitar 100 orang. Mereka rutin menggelar kopi darat (kopdar) setiap satu bulan sekali. Lokasinya selalu berganti. Pertemuan itu saling bertukar pikiran dan ide. Sekaligus membagikan ilmu kepada sesama anggota komunitas. Lalu diakhiri dengan praktik perawatan aquascape hingga latihan bersama menyusun aquascape yang indah. (mg8/adi)

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia