Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Features

Melihat Kondisi Terkini Kompol Aditya Mulya yang Koma Berbulan-bulan

21 Oktober 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Perdana

BERJUANG SEMBUH: Kompol  Aditya masih terbaring di rumahnya.

BERJUANG SEMBUH: Kompol  Aditya masih terbaring di rumahnya.

Share this      

Kesetiaan seorang istri diuji ketika sang suami tertimpa musibah. Inilah yang dialami Dewi Setyawati, 39. Perempuan ini selalu setia mendamping Kompol Aditya Mulya Ramdhani, eks Kasatreskrim Polres Wonogiri yang koma berbulan-bulan akibat dikeroyok sekelompok orang Mei silam. Seperti apa kondisi dia terkini?

A.CHRISTIAN, Solo, Radar Solo

“Papi Ayo, cepat sembuh, kita berenang lagi,” ucap Dewi menirukan kata-kata Junot, 10, Calista, 9, dan Bianca, 8, buah hati dia dengan Kompol Aditya. Ya, kalimat itu yang rutin terlontar dari mulut mungil ketiga bocah ini untuk  menyemangati ayahnya yang kini hanya terbaring di salah satu kamar rumah rumahnya di Blok D 5 No 11 Perumahan Taman Sari Hills, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

Airmata Dewi selalu menetes ketika buah hatinya selalu menyemangati ayahnya. Namun, raut muka kesedihan tak pernah dia perlihatkan, baik kepada Aditya maupun ketiga anaknya. “Saya tidak mau kalau saya terlihat sedih, semangat anak-anak menjadi kendur,” ujarnya.

Sejak mantan Kapolsek Pasar Kliwon ini pulang setelah mendapat perawatan di Singapura, Dewi menjelaskan perkembangan sang suami semakin pesat. Aditya sudah bisa merespons meski cuma menggerakkan tangan, semyuman atau melirik.

Respons ini selalu ditunjukkan ketika sang anak berinteraksi di sekitar Aditya. Dewi mengatakan, setelah belajar, ketiga anak mereka rutin tidur di sisi ranjang sang ayah. “Hal ini ternyata langsung direspons oleh papinya. Biasanya gerak-gerakan jari, kemudian sekarang kalau menggenggam tangan sangat kuat,” ujarnya.

Kondisi Aditya yang berangsur membaik ini menjadi penguat hati Dewi untuk terus bersabar dan telaten merawat suaminya. Dia meyakini itu adalah ibadah, termasuk ketika suaminya sedang bekerja juga adalah ibadah. Jadi Dewi punya keyakinan apa yang menimpa suaminya adalah ketika sang suami sedang beribadah.

Usai menjalankan salat Subuh, Dewi langsung memandikan suaminya. Setelah menggantikan baju, Dewi dengan dibantu suster dari Rumah Sakit Bhayangkara Jawa Tengah membopong tubuh Aditya ke kursi roda menuju teras rumah untuk berjemur. “Tetap diawasi (tim medis), karena belum bisa menghirup udara bebas, masih menggunakan alat bantu,” tuturnya.

Setiap sejam, Dewi terus memeriksa kondisi suaminya, termasuk rutin memberikan nutrisi otak. Sebab, bagian itulah yang mengalami kerusakan akibat penganiayaan tersebut.

“Alhamdulillah sekarang terus bagus perkembangannya. Bisa merespons. Kalau ada teman-temannya datang yang dia kenal, dia merespons meski hanya lewat gerakan tangan,” ujar Dewi.

Hal senada juga diungkapkan Kapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai. Saat menjenguk, dia melihat kesehatan mantan anak buahnya itu semakin berangsur membaik. “Waktu masih tugas jadi kapolsek Pasar Kliwon, kita sering makan rawon di samping rutan. Saat datang menjenguk, saya bisikin, ayo Dit  cepet sembuh, nanti kita ngopi-ngopi lagi sambil makan rawon. Seketika itu dia langsung menggenggam tangan saya kuat sekali. Berarti ingatan dia tentang kenangan kami berdua masih bagus,” tutur Andy. (*/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia