Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Features
Awas Bahan Berbahaya di Kosmetik Kecantikan

Tergiur Promosi Medsos, Kulit Wajah Malah Rusak

21 Oktober 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Tergiur Promosi Medsos, Kulit Wajah Malah Rusak

Tampil cantik dan menawan adalah impian bagi tiap perempuan. Inilah yang membuat kaum hawa berlomba-lomba tampil maksimal dengan segala cara. Termasuk dalam menggunakan kosmetik. Padahal, banyak promosi menggiurkan, padahal abal-abal. Alih-alih tampil memesona, tapi malah berakhir malapetaka. 

MEMBUKTIKAN dampak negatif kosmetik abal-abal ini, Jawa Pos Radar Solo menemui beberapa perempuan yang pernah mengalami pengalaman buruk karena salah pilih kosmetik.  Tentunya kerusakan yang dialami bukan karena kulit sensitif si pemakai, melainkan kosmetik yang mereka pakai mengandung bahan berbahaya. 

Sebut saja Joice, 38. Perempuan yang bekerja sebagai freelancer sales kecantikan ini sempat mengalami pengalaman buruk beberapa tahun lalu. Tuntutan kerja yang selalu mewajibkan dia tampil ayu membuat dia cukup royal dalam menyisihkan penghasilannya untuk perawatan diri. Mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. 

“Dulu sempat salah kosmetik. Saya pakai baru tiga pekan lalu, tapi wajah saya mulai memerah dan iritasi. Jerawat mulai muncul, tapi masih tetap saya pakai. Tapi kok semakin parah, akhirnya saya hentikan,” jelas dia.

Joice mengaku beli kosmetik ini setelah dia melihat salah satu merek yang sedang booming di jagat maya. Dia pun mulai mencari informasi soal kosmetik itu. Mengingat banyak artis ibu kota yang menawarkan produk itu. Akhirnya dia makin mantap mencoba produk kecantikan dari luar negeri itu. 

“Kebetulan beberapa kawan saya memang sudah ada yang pakai. Dan hasilnya pun memang cepat untuk memutihkan kulit, makanya saya coba. Waktu itu saya beli sebuah krim malam dan krim untuk beraktivitas siang hari. Biayanya sampai ratusan ribu untuk dua krim itu,” jelas dia.

Meski sempat ragu, dia nekat mencoba produk kecantikan tersebut. Bujukan teman dan bentuk promosi di media sosial akhirnya menepis kekhawatirannya akan produk tersebut. “Saya pakai selama tiga mingguan. Belum sempat habis saya buang krimnya. Wajah saya malah iritasi,” jelasnya.

Perasaan tak enak saat pemakaian itu muncul pada pekan kedua. Sepekan awal, dia masih tidak merasakan efek samping kosmetik yang dia pakai. Beranjak pekan kedua pemakaian, wajahnya mulai memerah dan mulai terlihat seperti lebih tipis. Dia juga merasa gatal-gatal saat kulit wajahnya yang tipis itu terkena make up dengan durasi cukup panjang. Rasa gatal yang muncul itu belakangan berubah panas. Dia merasa kulit wajahnya seperti terbakar, tapi dia tetap nekat memakainya. “Jerawat mulai muncul dan sudah sampai tahap iritasi sepertinya,” jelas dia.

Karena jerawatnya makin merata dan seperti mengandung nanah, Joice pun menghentikan pemakaian kosmetik itu. Dia konsultasi di salah satu klinik kecantikan di Kota Bengawan. Dia disarankan untuk menghentikan pemakaian dan tidak mengenakan make up sampai jerawatnya kering. Setelah kering, kulit wajahnya yang dulunya bersih mulai muncul bercak hitam. 

“Saya konsultasi itu katanya akibat merkuri. Yang jelas kosmetik yang saya pakai itu patut diduga mengandung bahan berbahaya,” terangnya.

Alhasil, niat hati menghemat biaya kecantikan malah berdampak buruk pada kulitnya. Perlu tiga bulan bagi dirinya menjalani terapi di klinik kecantikan hanya demi mengembalikan kulit wajahnya seperti semula. 

“Perawatan setelah salah kosmetik itu malah memakan biaya banyak. Selang beberapa bulan kemudian, saya dikirimi link berita dari salah satu kawan saya. Setelah saya buka kosmetik yang saya pakai itu masuk di daftar kosmetik yang mengandung bahan berbahaya,” papar dia.

Salah pilih kosmetik juga pernah dialami Lussy, 25. Meski belum merasakan dampak dari kosmetik berbahaya itu, dia pilih menghentikan pemakaian setelah melihat sejumlah pemberitaan yang dirilis Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhir 2018 lalu. Secara tidak sengaja, beragam merek alat kecantikan yang biasa dia pakai seperti lipstik, eye shadow, dan perona pipi masuk di daftar kosmetik berbahaya. 

“Saya baca itu mengandung pewarna berbahaya yang dampaknya bisa menimbulkan gangguan fungsi hati sampai kanker hati. Makanya sudah tidak saya pakai lagi,” ucap dia.

Lussy sendiri memakai produk kecantikan dari merek tersebut hampir setahun. Tawaran warna yang lengkap dan bisa bertahan lama membuat dia tertarik membeli produk tersebut. “Kalau saya pribadi memang belum pernah mengalami efek samping atau dampak yang buruk dari kosmetik itu. Tapi mending saya hentikan karena diberita banyak yang bilang kalau merek ini bahaya,” tutur Lussy. (ves/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia