Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Staff Best Western Berkebaya Tiap Jumat

21 Oktober 2019, 13: 00: 59 WIB | editor : Perdana

KEJAWEN: Nuasa khas adat Jawa di Best Western Premier Solo Baru.

KEJAWEN: Nuasa khas adat Jawa di Best Western Premier Solo Baru.

Share this      

SOLO BARU – Best Western Premier Solo Baru, hotel yang peduli terhadap pelestarian budaya mewajibkan karyawan mengenakan kebaya dan lurik setiap Jumat. Khususnya staf departemen front office (FO) dan food and beverages (FnB). Sebelumnya, kebaya hanya digunakan saat perayaan Hari Kartini.

“Best Western Premier Solo Baru ingin mendorong karyawannya mencintai budaya Indonesia. Nyatanya, berkebaya tidak menghalangi aktivitas karyawan dalam memberikan pelayanan terbaik. Justru dengan berkebaya, karyawan lebih percaya diri saat bekerja dan berinteraksi dengan tamu,” kata General Manager Best Western Premier Solo Baru Oji Fahrrurazi.

Tiap Jumat, Crystal Sapphire Restaurant disulap bak Indonesia tempo dulu. Mulai dari pernak-pernik, dekorasi, tatanan sajian, dan staf yang mengenakan kebaya. Konsep live cooking dan karawitan dipadukan dengan berbagai hidangan kuliner khas Nusantara. Mulai dari makanan kecil hingga hidangan utama.

Seperti kue lumpur, serabi Solo, putu ayu, selat Solo, timlo Solo, nasi kuning, maupun nasi liwet. Anda juga akan menemukan jamu, minuman herbal khas Indonesia. Seperti beras kencur, kunyit asam, temulawak, gula asem, dan bandrek di bakul jamu. Seluruh kuliner ini bisa dinikmati hanya dengan Rp 125.000 nett per orang setiap Jumat pagi.

“Tamu dari luar Jawa, pastinya merasakan atmosfer budaya yang sangat kental. Karena tidak hanya kebaya dan lurik, tetapi juga didukung alunan musik khas Jawa yakni karawitan di restoran. Serta makanan dan minuman khas Jawa yang menambah nilai plus,” bebernya. (adv/fer)

(rs/fer/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia