Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Ajak Generasi Milenial Lestarikan Seni Tari

21 Oktober 2019, 13: 38: 51 WIB | editor : Perdana

MERIAH: Generasi milenial menari bersama di kawasan car free day Jalan Slamet Riyadi, Ngarsopuro, Minggu kemarin (20/10).

MERIAH: Generasi milenial menari bersama di kawasan car free day Jalan Slamet Riyadi, Ngarsopuro, Minggu kemarin (20/10). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Mengenalkan seni tradisional kepada generasi milenial harus dipadukan dengan era kekinian. Dengan demikian, para generasi muda ini bisa menerima dan ikut melestarikan budaya warisan leluhur ini.

Suasana car free day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, tepatnya di simpang empat Ngarsopuro seketika berubah ketika puluhan orang mulai menari tarian tradisional dan modern Minggu (20/10) pagi kemarin. Para pengunjung CFD menyempatkan diri berhenti sejenak dan menyaksikan gerakan para penari dalam menyambut Indonesia Menari pada 17 November mendatang.

Dijumpai usai acara, Direktur Program indonesiakaya.com, Renitasari Adrian menuturkan, setelah sukses digelar sejak 2012, agenda Indonesia Menari kembali terselenggara tahun ini. Agenda ini akan terselenggara di tujuh kota, yaitu, Solo, Bandung, Semarang, Medan, Medan, Jakarta, Makassar dan Palembang.

Menurutnya, Kota Medan, Makassar, dan Palembang termasuk kota baru yang akan terlibat dalam Indonesia Menari tahun ini. “Sebelumnya, ada anggapan bahwa pementasan tari itu lebih cocok apabila di sebut Jawa Menari, bukan Indonesia Menari. Untuk itu kita tambah tiga kota lain di luar Pulau Jawa,” tuturnya.

Indonesia Menari bertujuan mempopulerkan tari tradisi Indonesia pada generasi milenial dan untuk menumbuhkan kecintaan pada tarian. Penari berasal dari berbagai komunitas, sanggar tari, sekolah, dan komunitas pecinta tari,” ujarnya

Dia menambahkan, tarian yang ditampilkan kemarin diiringi enam lagu daerah, seperti Angin Mamiri, Ondel-Ondel, Sik Sik Batu Manikam, Dek Sangke, Gundul-Gundul Pacul, dan Manuk Dadali. Lagu itu sudah ditata ulang oleh produser musik Jevin Julian agar lebih menarik. “Sedangkan, koreografer dipimpin oleh Ufa Sofura,” ungkap Renitasari. (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia