Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Pendidikan

Kemendikbud Ingatkan Pemprov Perhatikan SMA/SMK

21 Oktober 2019, 13: 50: 12 WIB | editor : Perdana

ilustrasi siswa sma/smk

ilustrasi siswa sma/smk

Share this      

SOLO – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengingatkan pemerintah provinsi (pemprov) soal kepedulian terhadap pendidikan SMA dan SMK. Terutama di bidang penelitian.

Direktur Pembinaan SMA Kemendikbud Purwadi Sutanto menyebut pendidikan SMA dan SMK saat ini berada di bawah tanggung jawab pemprov. Sehingga kepedulian pemprov sangat dibutuhkan untuk membina siswa di daerahnya masing-masing. Agar anak-anak yang terfasilitasi minat dan bakatnya di bidang penelitian tidak hanya didominasi siswa di Jawa Tengah dan Jogjakarta saja.

“Sebenarnya ada juga penelitian siswa dari Papua Barat, Kalimantan Utara, Bengkulu. Dari sisi judul penelitian hasil karya anak-anak juga sudah beragam. Inilah kepedulian pemerintah daerah betul-betul menjadi sangat penting. Jadi bukan hanya didominasi penelitian siswa di Jawa Tengah dan Jogjakarta,” jelasnya usai Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2019 yang diselenggarakan di Kota Bengawan beberapa waktu lalu.

Purwadi mengatakan, pemerintah melalui Kemendikbud memfasilitasi seluruh minat dan bakat para siswa di berbagai bidang. Termasuk di bidang penelitian. Menurutnya, kegiatan berbasis penelitian ini sesuai dengan pembelajaran abad 21.

“Ciri pembelajaran abad 21 adalah menumbuhkan anak-anak tentang kreativitas, critical thinking, komunikasi, dan kolaborasi. Olimpiade penelitian ini mewadahi siswa yang memenuhi kriteria itu,” bebernya.

Terkait keberlanjutan hasil penelitian tersebut, Purwadi mengimbau para siswa untuk terus menindaklanjuti meski sudah duduk di bangku perkuliahan. Mengingat masa sekolah di SMA hanya tiga tahun. Sementara hasil penelitian tidak boleh berhenti begitu saja. “Hasil penelitian anak-anak supaya ditindaklanjuti. Kami berpesan supaya tim juri yang ditunjuk Direktorat Pembinaan SMA dapat memfasilitasi. Kalau ada anak yang mau melanjutkan penelitiannya, akan difasilitasi oleh juri,” sambungnya.

Purwadi menyebut banyak alumni peserta olimpiade yang sudah melanjutkan kuliah dapat diterima di perguruan tinggi ternama. Mereka kemudian melanjutkan penelitiannya di sana. Bersaing bersama mahasiswa lainnya sekaligus menindaklanjuti penelitiannya. Namun dia tegas membantah bahwa keikutsertaan dalam olimpiade dapat mempermulus peserta saat seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN).

“Kalau anak pintar, mau tes di mana pun pasti lolos. Jadi olimpiade ini tidak menjadi jaminan mereka lolos SBMPTN. Kami tidak ingin ini menjadi jalan pintas bagi mereka. Kalau mereka anak hebat, mereka pasti bisa menghadapi tantangan,” ujarnya. (aya/bun)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia