Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Hujan Turun, Dua Desa Masih Kesulitan Air

21 Oktober 2019, 14: 45: 19 WIB | editor : Perdana

PEDULI: Salah satu donatur menyalurkan bantuan air bersih ke korban kekeringan.

PEDULI: Salah satu donatur menyalurkan bantuan air bersih ke korban kekeringan. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Hujan yang mengguyur sejumlah lokasi di Kabupaten Sragen belum mampu menangani masalah kesulitan air bersih. Terbukti, warga di Desa Ngrombo, Kecamatan Tangen masih sulit mencari air.

Kondisi itu dibenarkan tokoh masyarakat Tangen, Sri Wahono terkait kekeringan di wilayah utara Bengawan. Seperti Desa Ngrombo sudah sejak lama kesulitan air. Meski sudah ada pamsimas, namun juga tidak ada airnya.

Warga masih mengharapkan dropping air. Pihaknya juga mendapat informasi kekeringan di sejumlah kecamatan lain. Seperti Desa Srawung di Kecamatan Gesi. Kemudian Sidodadi, Desa Jenar dan Betek, Desa Banyurip di Kecamatan Jenar.

”Kenyataannya hujan yang turun tidak merata. Belum semua hujan. Hujan pun hanya sekali, belum bisa mencukupi kebutuhan air bersih warga,” tuturnya.

Tak pelak, sejumlah pihak menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak kekeringan tersebut. Salah seorang donatur penyumbang air bersih, Nurweni menyampaikan, kawasan kekeringan di Ngrombo tidak hanya kesulitan air bersih untuk minum. Namun warga sudah beberapa hari tidak mandi.

”Kami bantu dua tangki dan sekaligus tandon air. Karena di sana air itu disimpan di tampungan terpal. Tidak ada tandon,” bebernya.

Hal serupa terjadi di Desa/Kecamatan Jenar. Warga setempat sudah jarang mandi karena airnya sulit dicari. ”Untuk minum saja sulit, apalagi untuk MCK,” tuturnya.

Seperti diketahui, wilayah utara Sungai Bengawan Solo dikenal wilayah tandus. Sumur pun tidak mau mengeluarkan air. Oleh sebab itu pihaknya berinisiatif memberi bantuan tandon tampungan air. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia