Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Bupati Wonogiri Optimistis Proyek Tetap Waktu

21 Oktober 2019, 15: 42: 11 WIB | editor : Perdana

PENGAWASAN: Tim TP4D Wonogiri mengikuti proses core drill Jalan Jatisari - Watangsono, Kecamatan Jatisrono beberapa waktu lalu.

PENGAWASAN: Tim TP4D Wonogiri mengikuti proses core drill Jalan Jatisari - Watangsono, Kecamatan Jatisrono beberapa waktu lalu. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Tahun anggaran 2019 menyisakan waktu tak lebih dari 90 hari. Legislator desak Pemerintah Kabupaten Wonogiri untuk melakukan percepatan penyerapan anggaran. 

Hasil Pembahasan atas keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 910/ 163/2019 14 Oktober 2019 tentang Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Wonogiri tentang Pembahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Wonogiri Tahun Anggaran 2019 Badan Anggaran DPRD Kabupaten Wonogiri memberikan saran, usul dan rekomendasi untuk dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Wonogiri. Setidaknya ada lima saran, usul dan rekomendasi yang diberikan oleh badan anggaran. 

Pertama, bahwa Kebijakan Umum Anggaran (KUA) yang meliputi pendapatan, belanja tidak langsung dan belanja langsung diupayakan secara konsisten pada setiap tahapan perencanaan anggaran daerah. Mulai dari RKPD, KUA PPAS, RKPD Perubahan, KUPA PPAS Perubahan, APBD, dan APBD Perubahan. Sehingga dapat terjaga kesinambungan pembangunan daerah dan nasional. Tetap untuk diupayakan peningkatan rasio kemandirian pendapatan daerah dengan dana transfer pada setiap tahun anggaran.

”Perubahan APBD khususnya pada belanja perubahan, betul-betul untuk segera dilaksanakan pada sisa waktu setelah raperda tentang perubahan APBD Kabupaten Wonogiri Tahun Anggaran 2019 ini ditetapkan,” kata Ketua Badan Anggaran DPRD Wonogiri Setyo Sukarno, kemarin (20/10).

Menurutnya, pemkab harus segera mempercepat penyerapan anggaran guna menghindari potensi besarnya SiLPA di akhir tahun. Serta meningkatkan kualitas pelayanan umum kepada masyarakat.

”Kemudian, jika memungkinkan untuk dikaji dalam penerapan PPK-BLUD,” katanya. 

Menanggapi hal itu, Bupati Wonogiri Joko Sutopo "Jekek" mengatakan penyerapan anggaran mengacu kepada regulasi yang ada. Dalam RAPBD praktis hampir tidak ada perubahan.

”Proses lelang sudah berjalan dengan baik. Kita pastikan tentu kegiatan kegiatan ini bukan kegiatan kegiatan yang berat. Kegiatan yang secara aspek teknis itu kecukupan waktunya bisa dipertanggungjawabkan,” katanya. 

Jekek mencontohkan misalnya hot mix jalan, dengan panjang 4 kilometer sampai 5 kilometer digarap satu bulan sudah selesai. Dia memastikan bahwa bisa dipertanggungjawabkan dengan sisa waktu yang ada. (kwl/adi)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia