Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Teror Bau Limbah PT RUM Sampai Wonogiri,Hasil Kajian Dilaporkan Bupati

22 Oktober 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Pipa yang diduga saluran limbah di sekitar Jembatan Nguter perbatasan antara Wonogiri dan Sukoharjo

Pipa yang diduga saluran limbah di sekitar Jembatan Nguter perbatasan antara Wonogiri dan Sukoharjo (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Pemkab berupaya menyelesaikan gangguan bau limbah yang mengganggu warga Kecamatan Selogiri dan Wonogiri Kota. Diawali audiensi bersama PT RUM dan anggota DPRD Wonogiri untuk mencari solusi bersama pada Rabu (23/10).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wonogiri Wahyu Widayatto melalui Kepala Bidang Pembinaan Lingkungan Hidup Konfrontadi Febianto mengatakan, pihaknya sudah melakukan kajian lapangan terkait aroma limbah. “Kita sudah cek. Memang bau sekali kalau malam sekitar pukul 20.00 dan subuh-subuh," terangnya, Senin (21/10).

Hasil kajian tersebut telah dilaporkan kepada Bupati Joko Sutopo. Harapannya, bau limbah menyengat bisa segera teratasi. Pantauan Jawa Pos Radar Solo di sekitar Jembatan Nguter lama yang merupakan perbatasan antara Wonogiri dan Sukoharjo, terdapat saluran pipa. Menurut warga setempat, pipa tersebut berasal dari arah Celep, Kabupaten Sukoharjo bermuara di Sungai Bengawan Solo. Jika air limbah keluar, tercium aroma tidak sedap.

Diberitakan sebelumnya, bau tak sedap tercium ke wilayah Wonokarto, Kerdu Kepik, Purwosari di Kecamatan Wonogiri Kota. Untuk di daerah Kecamatan Selogiri, tercium mulai Nambangan, Krisak, Singodutan, Pancuran dan Brumbung. Namun, pada Rabu (9/10) pukul 22.30, bau sudah tidak tercium di sekitar Desa Singodutan dan Kelurahan Kaliancar, Kecamatan Selogiri.

Ketua DPRD Kabupaten Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan, pemkab harus segera mengambil langkah menindaklanjuti fenomena itu. “Jika disinyalir dari perusahaan di Sukoharjo, harus dikoordinasikan dengan pemerintah setempat,” ucapnya kala itu. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wahyu Widayatto mengaku sudah menerjunkan personel untuk melakukan investigasi.

Juru bicara PT RUM Bintoro Dibyoseputro mengatakan, munculnya bau itu disebabkan perawatan pipa pengolahan limbah yang mengharuskan dibuka sehingga gas menguap keluar.

"Kondisi mesin sangat normal. Namun, empat hari lalu dilakukan perawatan dengan membuka pipa. Sangat tidak beruntung ternyata suhu udara sangat tinggi dan angin lemah sehingga gangguan udara ajek ngendon (tak kunjung hilang)," bebernya.

Ditambahkan Bintoro, seluruh mesin pengurai dan penetral bau antara lain tiga buah wet scrubber telah beroperasi. Dengan begitu diharapkan bisa menetralkan bau akibat produksi pabrik.

“Meski kami mengeluarkan limbah cair setiap hari, namun yang menjadi permasalahan adalah gangguan udara. Kami memohon maaf yang mendalam kepada masyarakat atas gangguan ini," jelasnya saat itu. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia