Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Sehari, 2 Pemancing Tewas di Waduk

22 Oktober 2019, 13: 32: 48 WIB | editor : Perdana

IDENTIFIKASI: Petugas Polsek Sumberlawang meminta keterangan sejumlah warga di Waduk Kedung Ombo Sragen usai penemuan pemacing ikan yang tenggelam.

IDENTIFIKASI: Petugas Polsek Sumberlawang meminta keterangan sejumlah warga di Waduk Kedung Ombo Sragen usai penemuan pemacing ikan yang tenggelam. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Dua insiden orang tenggelam di waduk terjadi hampir bersamaan di lokasi berbeda, kemarin (21/10).

Pertama dialami Sudarman, 36, warga Kepundung RT 08, RW 03, Desa Slendro, Kecamatan Gesi, Sragen. Dia ditemukan meninggal di Waduk Kedung Ombo, Desa Boyolayar, Sumberlawang pukul 11.30.

Tak lama kemudian, Aan Dani, 13 warga Kayuapak, Polokarto, Sukoharjo meninggal saat memancing di Waduk Lalung, Karanganyar pukul 16.00. Keduanya sama-sama hobi memancing.

Sudarman memancing di Waduk Kedung Ombo sejak pagi bersama dua rekannya, yakni Joko Riyanto dan Maryudi.

”Awalnya sempat mancing bareng di satu lokasi. 10 menit kemudian dia saya ajak pindah, tapi tidak mau,” kata Joko.

Tak berapa lama, Joko mendengar warga berteriak minta tolong melihat jasad terapung di waduk. Jasad tersebut ternyata adalah Sudarman.

”Ditemukan sesama pemancing. Saya langsung lapor ke polsek,” ujarnya. 

Menurut Joko, korban sudah sering memancing di Waduk Kedung Ombo. ”Setahu saya korban bisa berenang,” terang Joko.

Kapolsek Sumberlawang AKP Fajar Nur Ikhsanudin mewakili Kapolres Sragen AKPB Yimmy Kurniawan membenarkan kejadian tersebut. Dari pemeriksaan, lanjut Fajar, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

”Korban meninggal murni karena tenggelam,” jelas Fajar.

Sementara itu, Aan Dani meninggal di Waduk Lalung usai memancing dengan empat temannya. Awalnya korban memancing. Karena cuaca panas, korban bersama temannya berenang ke tengah waduk. Tak disangka, korban diduga mengalami kram kaki dan tenggelam.

”Teman-teman korban sempat mencoba menarik tubuh korban, tapi tidak kuat. Akhirnya korban tenggelam,” kata Dafid, salah satu rekan korban. 

Relawan BPBD dan SAR baru menemukan korban satu jam kemudian. Usai diotopsi, korban diserahkan ke pihak keluarga. (din/rud/adi)

(rs/din/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia