Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Santri Kaget, Ganjar Minta Gus Yasin Naik Mimbar

23 Oktober 2019, 13: 03: 45 WIB | editor : Perdana

KHUSUK; Gubernur Ganjar Pranowo dan Wagub Gus Yasin bersama ribuan santri gelar salat Istisqa di Alun-Alun Kabupaten Rembang, usai hadiri peringatan Hari Santri, Selasa (22/10).

KHUSUK; Gubernur Ganjar Pranowo dan Wagub Gus Yasin bersama ribuan santri gelar salat Istisqa di Alun-Alun Kabupaten Rembang, usai hadiri peringatan Hari Santri, Selasa (22/10). (BAYU WICAKSONO/RADAR SOLO)

Share this      

REMBANG – Tidak seperti upacara pada umumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tiba-tiba memanggil wakilnya, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) agar naik ke mimbar inspektur upacara peringatan Hari Santri Nasional di Alun-Alun Rembang, Selasa (22/10). Orang  nomor satu di Jawa Tengah ini meminta Gus Yasin menggantikan dirinya memberi amanat. Ribuan santri pun dibuat terkejut atas kejadian tak biasa itu. 

Sebelum mempersilakan Gus Yasin, Ganjar menyampaikan peran santri dalam pembangunan Republik ini telah dilakukan sejak zaman merebut kemerdekaan hingga saat ini. Santri telah masuk di seluruh sendi kehidupan berbangsa bahkan mencapai pucuk tertinggi negara ini. Ganjar lantas menyebut K.H. Hasyim Asy'ari, Gus Dur hingga K.H. Ma'ruf Amin yang kini duduk di kursi wakil presiden mendampingi Presiden Joko Widodo. 

“Dan pesantren adalah hal yang mustahil bagi saya dan Pak Jokowi tinggalkan. Wakil kami sama-sama besar dan tumbuh di pesantren soalnya. Sama-sama kiai. Meski pun wakil saya lebih muda,” kata Ganjar. 

Ganjar lantas bertanya kepada ribuan santri yang jadi peserta upacara, tentang sosok K.H. Ma'ruf Amin dan Gus Yasin. Setelah semua serempak menjawab bahwa dua tokoh tersebut merupakan bagian dari santri, Ganjar lantas memanggil Gus Yasin dan mempersilakannya memberi amanat. 

“Mriki Gus (ke sini Gus). Wakilku ini juga santri, kiai masih muda. Tidak lengkap rasanya (kalau tidak memberi amanat). Jenengan kan santri,” kata Ganjar. 

Menerima instruksi Ganjar itu, Gus Yasin langsung memegang mik. Dia menyampaikan bahwa sudah semestinya pada santri meningkatkan kemampuan seiring perkembangan zaman. Gus Yasin juga mengatakan santri mesti berperan aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia, perdamaian Indonesia khususnya. 

“Santri harus paham bagaimana memulihkan perekonomian. Juga berperan dalam perdamaian dunia. Bukan hanya di Nusantara, tapi dunia. Mari kita tunjukkan santri Indonesia tetep gondelan pada kiai, pada habaib. Saya yakin ilmu santri yang saat ini dipegang benar-benar sanadnya sampai Nabi Muhammad SAW. Mari kita tunjukkan santri Jawa Tengah, Indonesia bisa membawa kedamaian untuk dunia dan Indonesia khususnya,” katanya. 

Usai upacara, Ganjar mengatakan harmonisasi pemimpin memang harus ditunjukkan agar mendorong semangat masyarakat untuk guyub dan bekerja, terlebih di hadapan para santri.  “Kompak. Representasi Jawa Tengah representasi Indonesia. Perpaduan nasionalis religius,” katanya.

Ganjar berharap dengan perayaan Hari Santri tersebut, semakin mendorong semangat ngaji para santri dan mempelajari ilmu-ilmu lain sesuai perkembangan zaman. Terlebih di perayaan tahun ini, santri juga menerima hadiah yang luar biasa. 

“Undang-Undang Pesantren juga telah diketok. Penyetaraan juga bisa dengan sekolah umum dan bisa menjangkau akses publik termasuk anggaran. Nah, ke depan santri mesti bisa menyelesaikan masalah bukan menambah masalah,” katanya. 

Hari Santri Nasional ini merupakan kali kelima diperingati sejak ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada 2014. Peringatan di Rembang tersebut merupakan tingkat provinsi yang diikuti ribuan santri dari puluhan ponpes se Jawa Tengah.

Di lokasi yang sama, usai upacara Hari Santri Nasional, Ganjar dan Gus Yasin bersama ribuan santri juga melaksanakan salat Istisqa, berdoa memohon turun hujan. Ganjar mengatakan, di sebagian besar wilayah di Jawa Tengah saat ini memang masih dilanda kekeringan. Meski sempat turun hujan, namun intensitasnya masih sangat rendah. 

“Sekarang kita berkumpul dengan para santri, kiai dan masyarakat untuk memohon agar segera diberi curah hujan. Upaya secara fisik telah kita lakukan, kini kita lakukan juga secara spiritual,” kata Ganjar. (lhr/bun)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia