Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

PLTSa Mulai Dibangun, Olah 450 Ton Sampah

24 Oktober 2019, 15: 41: 23 WIB | editor : Perdana

LAMA DINANTI: Wali Kota F.X. Hadi Rudyatmo ground breaking PLTSa Putri Cempo, Rabu (23/10).

LAMA DINANTI: Wali Kota F.X. Hadi Rudyatmo ground breaking PLTSa Putri Cempo, Rabu (23/10). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo secara resmi melakukan ground breaking pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo, Rabu (23/10). Capaian ini adalah hasil dari penantian panjang pengolahan sampah di Kota Bengawan.

Direktur PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMP) Elan Syuherlan menyebut volume sampah padat kota yang masuk ke TPA Putri Cempo sebanyak 220 250 ton per hari. Asumsinya kenaikan tahunan sebesar 5 persen. PT SCMPP terpilih melalui tender terbuka pada 2016. 

Tugas yang diberikan berupa pembangunan PLTSa. Bertujuan memproses 450 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 10 MW. SCMPP akan membangun fasilitas di TPA menjadi dua tahap.

“Tahap pertama akan mengolah 450 ton sampah per hari yang menghasilkan biochar sebanyak 135 ton per hari dan membangkitkan listrik sebesar 5 MW untuk diekspor ke jaringan nasional,” katanya, Rabu (23/10).

PT PLN, lanjut Elan, berperan sebagai pembeli listrik dengan tarif USD 13,35 sen/kWh. Adapun nilai investasi proyek pada pembangunan tahap pertama Rp 330 miliar. Pendanaan dibiayai dari 30 persen equity dan 70 persen pinjaman jangka panjang oleh PT China Construction Bank Indonesia (CCBI).

Direktur CCBI Setiawati Samahita yang hadir dalam ground breaking berharap proyek yang dibantunya  dapat berakhir dengan baik. “Kami berharap proyek ini dapat happy ending. Karena penantiannya memang sudah cukup lama,” katanya. 

Sebagai pemberi pinjaman, CCBI hanya ingin iklim investasi di Kota Solo dapat kondusif dan tidak terjadi gangguan keamanan.

Sementara itu Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo merasa bahagia atas capaian pembangunan PLTSa. Baginya, proyek ini sebagai upaya pemkot untuk mengatasi persoalan sampah di Kota Solo. “Nanti ketika beroperasi saya pribadi tidak menikmati, karena tahun depan sudah lengser,” katanya. (irw/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia