Selasa, 10 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Polisi Utamakan Penindakan Pelanggar Lalin

24 Oktober 2019, 16: 14: 45 WIB | editor : Perdana

SARPRAS: Kapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai mengecek kendaraan operasional anggotanya kemarin (23/10).

SARPRAS: Kapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai mengecek kendaraan operasional anggotanya kemarin (23/10). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Selama sepuluh bulan terakhir terjadi 894 kasus kecelakaan di wilayah hukum Kota Solo. Dari jumlah itu, 49 orang tewas, satu luka berat, 949 orang luka ringan. Kerugian materi capai Rp 401 juta.

Jumlah kasus kecelakaan itu naik 26,2 persen dibandingkan tahun lalu dengan 660 kasus, 51 orang meninggal,  dan 705 orang luka ringan. 

"Tahun ini, (kecelakaan) didominasi laka tunggal. Pemicuhya sepele, karena melanggar lalu lintas. Seperti melawan arus, ketika hendak menyeberang jalan tidak melihat kendaraan lain," ujar Kasat Lantas Polresta Surakarta Kompol Busroni, Rabu (23/10).

Sebab itu, Operasi Zebra Candi 2019, Satlantas Polresta Surakarta mengedepankan penindakan. Terutama pelanggaran kasat mata. "Preventif nol persen, penindakan 100 persen. Ini upaya kita menekan kasus kecelakaan," katanya.

Dalam agenda operasi yang digelar sejak kemarin hingga Rabu (5/11), satlantas fokus delapan jenis pelanggaran lalu lintas. Antaral lain, tidak menggunakan helm SNI saat berkendara, menerobos alat pemberi isyarat lalu lintas (Apill), rambu-rambu lalu lintas dan markah jalan. 

Selanjutnya kelengkapan SIM, STNK, dan bendaraan bermotor tidak menggunakan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) resmi dari Polri. Termasuk kendaraan pribadi dilengkapi sirene dan rotator.

Sebab, sesuai Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22/2009 hanya kendaraan tertentu yang diizinkan menggunakan lampu isyarat dan sirene. Tidak ketinggalan, knalpot brong yang menimbulkan suara bising.  

Selain fokus utama tersebut, satlantas akan menindak pengendara yang merokok dan mengoperasikan gadget saat berkendara. "Dua hal tersebut bisa memecah konsentrasi ketika berkendara. Untuk itu, kepada ojol (ojek online), apabila mencari titik di map menggunakan smartphone, sebaiknya menepi," tegasnya.

Kapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai usai memimpin apel gelar pasukan Operasi Zebra Candi menjelaskan, sebanyak 104 personel dikerahkan guna menindak tegas pelanggar lalulintas. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia