Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Nasional

Kabinet Baru Harus Mampu Tekan Kemiskinan dan Pengangguran

24 Oktober 2019, 21: 57: 02 WIB | editor : Perdana

Hamid Noor Yasin (Anggota DPR RI asal Jawa Tengah IV)

Hamid Noor Yasin (Anggota DPR RI asal Jawa Tengah IV)

Share this      

JAKARTA – Anggota DPR RI asal Jawa Tengah IV Hamid Noor Yasin menanggapi pelantikan kabinet Indonesia Maju yang diumumkan, kemarin (23/10). Hamid meminta menteri dan pejabat setingkat menteri agar mampu menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Indonesia.

Hamid menjelaskan, berdasarkan laporan Bank Dunia 2018, masyarakat desa memiliki tingkat kemiskinan sebesar 14,6 persen. Sedangkan masyarakat yang mengalami rentan kemiskinan mencapai 27,9 persen. Untuk tingkat kemiskinan di perkotaan, angkanya mencapai 11,4 persen dan rentan kemiskinan sebesar 26,1 persen.

”Dengan angka kemiskinan masih di atas 13 persen, ini menunjukkan negara kita masih jauh dari kata sejahtera. Kebutuhan dasar akan sandang, pangan, dan papan perlu diurai untuk dibantu penyelesaian pemenuhan warga negara kita. Pemenuhan ini akan mudah tercapai bila angka penduduk yang tidak bekerja atau pengangguran dapat ditekan,” urai Hamid.

Hamid menambahkan, saat ini angka pengangguran masih cukup tinggi. Jika merujuk data BPS Februari 2019, jumlah angkatan kerja sebanyak 136,18 juta jiwa pada usia produktif. Dari jumlah tersebut, yang bekerja sebanyak 129,36 juta orang. Sedangkan yang menganggur 6,82 juta orang.

Legislator dari Jawa Tengah IV (dapil Sragen, Karanganyar, Wonogiri) yang akan ditempatkan di Komisi IV tersebut mengingatkan, sektor utama penyerap tenaga kerja adalah pertanian. Namun sejak 2018, penyerapannya anjlok hingga minus akibat harga komoditas perkebunan rendah. Sehingga insentif buat petani menjadi masalah yang sangat serius.

”Selamat bekerja team kabinet Indonesia Maju, Jokowi. Semoga harapan rakyat seperti angka kemiskinan menurun, lapangan kerja semakin banyak bisa terwujud. Sehingga pengangguran berkurang dan kesejahteraan meningkat. Meningkatnya kesejahteraan ini akan dapat dirasakan manakala suda ada tanda-tanda pendidikan masyarakat semakin tinggi, pelayanan kesehatan semakin baik dan daya beli semakin tinggi,” tandas Hamid. (rls/adi)

(rs/it/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia