Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Budi Cahyono dan Tolle Berdamai

25 Oktober 2019, 12: 05: 59 WIB | editor : Perdana

HUKUM TETAP BERJALAN: Jurnalis Lukas Budi Cahyono (kanan) bersama bek PSIM Achmad Hisyam Tolle.

HUKUM TETAP BERJALAN: Jurnalis Lukas Budi Cahyono (kanan) bersama bek PSIM Achmad Hisyam Tolle.

Share this      

SLEMAN - Jurnalis media olahraga online, Lukas Budi Cahyono yang mengalami intimidasi oleh salah seorang pemain PSIM Jogja Achmad Hisyam Tolle, akhirnya menerima permintaan maaf dari pemain bersangkutan. Keduanya pun sepakat berdamai, meski mereka berdua pun sepakat untuk menempuh proses hukum yang tengah berjalan.

"Usai kejadian saya sudah langsung memaafkan Tolle dan secara pribadi saya pun tidak ada dendam dengannya," ungkap Lukas Budi Cahyono usai pertemuan dengan Tolle di Sleman, kemarin (24/10) siang.

Budi yang tercatat sebagai salah satu jurnalis di Goal.com itu menegaskan bahwa Tolle tidak pernah memukulnya dalam insiden yang terjadi saat laga pamungkas Grup Timur di Stadion Mandala Krida Jogja (21/10). Yakni dalam laga PSIM melawan Persis Solo. 

Meski sudah berdamai, Budi tetap mengikuti proses hukum yang telah berjalan. Pasalnya, dia sudah melaporkan kejadian intimidasi yang dilakukan Tolle kepada dirinya ke pihak kepolisian. 

"Saya pribadi dengan segala kerendahan hati meminta maaf atas perbuatan saya kemarin. Waktu itu lost control," sambung Ahmad Hisyam Tolle.

Saat pertandingan berjalan Tolle yang emosi usai mendapatkan kartu merah, ternyata melontarkan amarahnya dengan menendang gelandang Persis M Shulton Fajar. Tak lama, setelah dia tahu adegan tersebut didokumentasi oleh Budi, akhirnya dia memaksa Budi untuk meghapusnya. Hal tersebut sempat membuat budi terjatuh karena adanya dorongan dari arah belakang.

"Jadi tidak memukul. Hanya saat itu kondisi chaos dan Mas Budi seperti terdorong akhirnya terjatuh. Di dalam kamar ganti saya juga langsung meminta maaf padanya," tutur mantan kapten PSS Sleman musim lalu tersebut.

Terkait laporan polisi yang ditujukan kepadanya, Tolle mengaku siap mengikuti proses hukum yang berjalan.  

Terpisah, Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto mengaku pihaknya masih menindaklanjuti laporan yang sudah dilakukan Budi Cahyono, termasuk juga laporan fotografer Radar Jogja, Guntur Arga, yang mengaku dikeroyok oknum suporter saat mengambil foto dalam laga Derby Mataram tersebut.

"Masih kami pelajari, karena kan laporannya juga masih baru (kemarin). Nah, untuk nama-nama yang disebut dalam BAP tentunya kami akan panggil untuk dimintai keterangan," tandas Yuliyanto.

 Sementara itu CEO PSIM Jogja, Bambang Susanto pasrah dengan pelaporan itu.  “Kita serahkan saja pada jalur hukum, kalau memang salah ya harus dipertanggungjawabkan. Setiap yang melakukan kesalahan pasti aka nada konsekuensinya,” ujar Bambang. (cr12/riz/JPG/nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia