Selasa, 10 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Kantor Disnakerperin Solo Dinilai Tak Layak

25 Oktober 2019, 13: 43: 46 WIB | editor : Perdana

AKAN DIROMBAK: Kantor Disnakerperin Surakarta di Jalan Slamet Riyadi yang masih menumpang di lahan milik pemerintah pusat.

AKAN DIROMBAK: Kantor Disnakerperin Surakarta di Jalan Slamet Riyadi yang masih menumpang di lahan milik pemerintah pusat. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pemkot meminta lahan seluas satu hektare milik pemerintah pusat di Jalan Slamet Riyadi untuk dijadikan perkantoran yang representatif. Saat ini, sebagian lahan digunakan sebagai kantor Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Surakarta.

Permintaan itu disampaikan Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo saat bertemu pelaksana tugas (Plt) Dirjen Binapenta & PKK Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) Aris Wahyudi di balai kota, kemarin.

Menurut Rudy, kondisi kantor disnakerperin sangat tidak representatif. Selain bangunannya sudah tua, bentuk gedung juga tidak mencerminkan kantor pelayanan. “Apalagi ini di jalan protokol. Harusnya orang melihat itu langsung menoleh begitu. Ini sudah kita minta berulang kali, tapi belum juga dikasih,” katanya.

Dalam waktu dekat, wali kota akan mengirim surat kepada kementerian terkait untuk memberikan pengelolaan lahan seluas satu hektare kepada pemkot. Jika berhasil, pemkot akan segera membangun kantor dengan desain modern dan representatif.

“Rencananya 2020 kita susun DED (detailed engineering design) dan pembangunan dilaksanakan 2021. Kalau kantornya saja begitu, bagaimana menyalurkan informasi dan ketenagakerjaan?,” ucapnya.    

Menanggapi keinginan wali kota, (Plt) Dirjen Binapenta & PKK Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) Aris Wahyudi mengaku tidak memiliki kewenangan dalam pelepasan aset. “Kita menunggu untuk menteri yang baru, kalau saya bukan ranahnya,” pungkasnya. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia