Kamis, 20 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Kekeringan Rambah Pegunungan dan Perkotaan

25 Oktober 2019, 14: 18: 33 WIB | editor : Perdana

MASIH PANJANG: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar menyalurkan bantuan air bersih di wilayah Jumapolo, kemarin (24/10).

MASIH PANJANG: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar menyalurkan bantuan air bersih di wilayah Jumapolo, kemarin (24/10). (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Kekeringan tahun ini juga berdampak ke wilayah yang selama ini tercukupi ketersediaan airnya. Misalnya kaki Gunung Lawu dan perkotaan.

Dari data yang diperoleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, wilayah yang mengalami bencana kekeringan mulai dari Desa Kaliwuluh, Kecamatan Kebakkramat; Desa Krendowahono, Kecamatan Gondangrejo; Desa Bakalan, Desa Jumapolo, Desa Karangbangun, Desa Kewadung Kecamatan Jumapolo; dan Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan.

"Di Jenawi sempat terjadi tapi sudah kita kondisikan, kemudian tambah satu lagi yakni di Desa Kaliwuluh di Kecamatan Kebakkramat. Di Desa Bakalan, Kecamatan Jumapolo tambah lokasi yang membutuhkan bantuan air bersih. Awalnya satu dusun, ini tambah Dusun Pijenan, Dusun Pulgede, dan Dusun Nglaban," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Karanganyar, Bambang Djatmiko.

Bambang menyampaikan BPBD sudah memetakan sejumlah wilayah rawan kekeringan selama musim kemarau. Tetapi dia mengklaim tidak semua wilayah yang telah dipetakan terdampak kekeringan tahun ini. Misalnya Kecamatan Kebakkramat hanya di Desa Kaliwuluh dan Kecamatan Jumantono belum ada permintaan bantuan air bersih.

”Kalau musim kemarau masih panjang, ya kemungkinan tambah banyak kekeringan,” ungkap dia.

Drooping air ke masyarakat, BPBD berkoordinasi dengan sejumlah pihak baik instansi pemerintah maupun swasta. Mulai dari PUDAM Tirta Lawu Karanganyar, Baznas Karanganyar, dan lain-lain. Beberapa bantua sudah langsung disalurkan ke masyarakat dan dikoordinasi oleh pemerintah desa setempat.

”Sejumlah lokasi rawan kekeringan sudah diatasi menggunakan sumur dalam. Pembuatan beberapa waktu lalu sebelum masuk kemarau. Jadi teratasi,” tandasnya. (rud/adi)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia