Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Jajanan Mengandung Borak Beredar

25 Oktober 2019, 14: 55: 49 WIB | editor : Perdana

UJI LAB: Petugas Satpol PP Sukoharjo menggelar razia makanan dan minuman di Taman Pakujoyo. Hasilnya tiga jajanan ditemukan mengandung boraks.

UJI LAB: Petugas Satpol PP Sukoharjo menggelar razia makanan dan minuman di Taman Pakujoyo. Hasilnya tiga jajanan ditemukan mengandung boraks. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo menggelar razia jajanan makanan dan minuman di Taman Pakujoyo, Gayam, Bendosari, Rabu(23/10). Hasilnya ditemukan jajanan anak yang mengandung bahan pengawet berbahaya boraks.

Kabid Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Satpol PP Sukoharjo Sunarto mengaku, dari 30 jajanan makanam dan minuman yang diperiksa, tiga di antaranya mengandung boraks. Yakni sempol, roti bolu, dan roti santan. Masyarakat diimbau berhati-hati saat membeli makanan tersebut.

”30 sampel jajanan itu langsung kita uji lab di lokasi razia. Hasilnya langsung ketahuan mengandung pengawet berbahaya,” jelas Sunarto, kemarin (24/10).

Pedangan yang ketahuan menggunakan boraks sebagai bahan campuran tersebut akan dipanggil ke kantor Satpol PP, hari ini (25/10). Mereka akan diberi peringatan dan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya.

”Karena belum ada perda yang mengatur, maka sanksi baru sebatas peringatan dan pembinaan. Dan jika masih menjual yang mengandung zat berbahaya, maka akan kami tindak tegas dengan diserahkan ke BPOM Jateng,” tegasnya.

Dalam razia itu pihaknya menggandeng UPTD Laboratoriun Kesehatan (Lab Kes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukoharjo, Disperindag UKM, Dinas Pangan, dan Polres Sukoharjo. Selain itu juga mendatangkan lurah setempat dan ketua paguyuban pedagang. Sasarannya Pedagang Kaki Lima (PKL) di Taman Pakujaya. Lokasi tersebut selalu ramai pengunjung setiap sore. Pemeriksaan juga dilakukan di Kecamatan Sukoharjo dan Solo Baru, Grogol.

Kepala Satpol PP Heru Indarjo mengaku perlu dilakukan razia jajanan. Yang diharapkan bisa mengantisipasi jika ada jajanan tidak layak konsumsi. Selain itu bekerjasama dengan pihak terkait diharapkan bisa mempermudah dalam pemeriksaan.

”Rencananya dengan penertiban Satpol PP hasilnya pemeriksaan lab dari Dinkes pada jajanan yang sudah dicek kan keluar. Nah, nanti dari hasil pemeriksaan lab itu lapak bisa diberi label jika sudah dicek dan aman konsumsi,” tandasnya. (rgl/adi)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia