Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Persiapan Kereta Bandara, Viaduk Bakal Diperlebar

26 Oktober 2019, 18: 07: 57 WIB | editor : Perdana

RAWAN MACET: Jalan viaduk Gilingan terlalu sempit untuk lalu lalang kendaraan, sementara untuk kendaraan besar tidak bisa lewat.

RAWAN MACET: Jalan viaduk Gilingan terlalu sempit untuk lalu lalang kendaraan, sementara untuk kendaraan besar tidak bisa lewat. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pemkot Surakarta meminta Pemerintah Provinsi Jateng dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) memperhatikan dampak pengoperasian kereta api bandara. Setidaknya tiga ruas jalan bakal menjadi titik macet baru.

Tiga ruas tersebut yaitu perlintasan sebidang di timur Stasiun Solo Balapan, Viaduk Gilingan dan lingkar Joglo. Ketiganya merupakan titik-titik yang bakal dilewati kereta api bandara. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo Endah Sitaresmi mengatakan, dari informasi yang diterima pemkot, KA bandara akan hilir mudik sekitar 60 kali per hari. 

“Paling terdampak ya di perlintasan sebidang dekat Stasiun Balapan. Sebab, a bus besar masih lewat Jalan Monginsidi. Nah, kalau viaduk jadi dilebarkan dan diperdalam, paling tidak bisa memecah kemacetan karena bus besar bisa lewat Viaduk Gilingan di Jalan Ahmad Yani. Surat akan kami sampaikan ke Provinsi Jawa Tengah untuk memprioritaskan viaduk,” katanya, Jumat (25/10).

Sebenarnya, wacana pelebaran dan pendalaman viaduk pernah mengemuka beberapa tahun lalu. Namun, status jalan yang diturunkan dari jalan nasional menjadi provinsi membuat usulan itu batal. “Saat itu, DED (detail engineering design) viaduk telah rampung, termasuk pemindahan wesel rel kereta api. DED dibikin ideal, bisa dilewati dua bus satu arah bersamaan. Tapi usulan kali ini tidak perlu ideal, asal bus AC bisa lewat situ sudah tidak masalah,” jelasnya.

Sita mengatakan, surat yang sama juga diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Surat itu berisi usulan pembangunan lintas atas atau overpass Simpang Joglo. Lingkar Joglo diprediksi macet panjang saat kereta bandara melintas. Pihaknya telah melakukan survei terkait pembangunan overpass di Simpang Joglo. Pembangunan overpass di titik ini tingkat kesulitannya sangat tinggi. Sebab, simpang tujuh dan dilalui kendaraan-kendaraan besar.

“Ancang-ancangnya truk kan panjang, makanya, kalau misal ada pelebaran, apakah pusat siap untuk membiayai pembebasan lahan,” katanya.

Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo sepakat dengan seluruh rencana tersebut. Namun, dua tahun ini pihaknya akan berkonsentrasi dengan pembangunan Flyover Purwosari terlebih dahulu. (irw/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia