Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

120 Kebakaran di Sukoharjo Disebabkan Human Error

26 Oktober 2019, 18: 34: 18 WIB | editor : Perdana

Heru Indarjo, Kepala Satpol PP Sukoharjo

Heru Indarjo, Kepala Satpol PP Sukoharjo

Share this      

SUKOHARJO – Kesalahan manusia mendominasi penyebab kebakaran di Kota Makmur. Pada 2018 terjadi 144 kasus kebakaran. Jumlah tersebut naik hampir dua kali lipat pada tahun ini menjadi 268 kasus. Api membakar hunian maupun lahan.

Dari ratusan kasus kebakaran itu, 120 kasus di antaranya disebabkan kesalahan manusia, 15 kasus akibat korsleting listrik, enam kasus karena kompor gas elpiji, 26 kasus akibat teledor membakar sampah. 

Mengacu catatan pemadam kebakaran (damkar) Satpol PP Sukoharjo, dalam sehari bisa terjadi empat hingga delapan kali kebakaran. “Selain musim kemarau, yang memperbesar potensi terjadinya kebakaran adalah human error,” terang Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Sukoharjo Margono, Jumat (25/10).

Seperti kebakaran hunian lahan kosong yang dikarenakan kelalain warga membuang putung rokok, maupun membakar sampah tidak ditunggu.

"Karenanya kami selalu mengimbau warga mengecek kabel rumah, stop kontak dan aliran listrik lain. Ketika membakar sampah harus ditunggu," tegasnya.

Kepala Satpol PP Heru Indarjo mengatakan, pihaknya telah membuat surat edaran kepada organisasi perangkat daerah (OPD), perusahaan, kantor pemerintahan, pasar, dan objek vital lainnya untuk menyediakan alat pemadam api ringan (Apar). Hal tersebut menjadi barang wajib untuk mengantisipasi kebakaran.

“Aturannya memang sudah ada untuk menyediakan satu Apar di bangunan berukuran 15 meter persegi. Setahun sekali Apar harus diisi ulang,” ujar dia.

Selain itu, upaya pencegahan kebakaran dilakukan dengan sosilisasi ke murid pendidikan anak usia dini (Paud), SD, SMP, SMA, hingga karangtaruna dan pengurus PKK.

Di lain sisi, Heru menegaskan, setiap warga yang memanggil damkar untuk memadamkan api tidak pernah dipungut biaya. “Masyarakat tidak perlu sungkan memanggil damkar jika terjadi kebakaran maupun meminta sosialisasi terkait kebakaran," tegas dia.

Ditambahkan kasatpol PP, pihaknya memiliki delapan armada tempur penyemprot api dan satu armada suplai air. Namun, jumlah armada tersebut dinilai kurang untuk meng-cover 12 kecamatan di Sukoharjo. Idealnya terdapat dua armada suplai air dan delapan armada tempur. “Ada dua armada yang direkondisi, sehingga yang bisa dipakai baru tujuh armada,” imbuhnya. (rgl/wa)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia