Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Pencuri Baterai Tower BTS Dibekuk

26 Oktober 2019, 18: 42: 47 WIB | editor : Perdana

DIANCAM 5 TAHUN PENJARA: Keempat pelaku pencurian bateri tower BTS dibawa ke Mapolsek Mojosongo

DIANCAM 5 TAHUN PENJARA: Keempat pelaku pencurian bateri tower BTS dibawa ke Mapolsek Mojosongo (HUMAS POLRES BOYOLALI FOR RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Aksi kawanan pencuri ini tidak hanya merugikan secara materi. Tapi juga menggangu aktivitas masyarakat. Mereka biasa menyasar baterai base transceiver station (BTS), sehingga ketika listrik padam, sinyal telekomunikasi pun ikut lenyap karena tak memiliki daya.

Beruntung, mereka segera diringkus anggota Polsek Mojosongo dan Polres Boyolali. Kawanan itu terdiri atas Agnes Henky Setiawan, 39, warga Jalan Pendowo Timur Pucang, RT 04/12, Kelurahan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo; Adi Riyanto,25, warga Kampung Mekar Bakti RT 04/05, Kelurahan Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung;

Selanjutnya Yogi Utomo, 37, warga Gang Langgar RT 03/10, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Djati, Jakarta Timur dan Dedi Apriyanto, 38, warga Perum Griya Parahita, Kampung Cikuda, Kelurahan Kadusirung, Kecamatan Cisauk Serpong, Kabupaten Tangerang Selatan, Banten.

Kasubag Humas AKP Eddy Lillah mewakili Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro mengungkapkan, kawanan itu sudah lima kali beraksi menyasar sejumlah BTS di Kabupaten Susu. Yakni di wilayah Kecamatan Mojosongo, Ampel, dan Banyudono.

“Belum termasuk di beberapa daerah luar Boyolali. Seperti Semarang dan sekitarnya,” kata Edy. Jika ditotal, ada 34 tower BTS yang dibobol. Bateri BTS dijual ke pengepul senilai Rp 13 ribu per kilogram.

Kapolsek Mojosongo AKP Joko Winarno menyatakan, kawanan itu kali terakhir beraksi di Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo. Namun, ada warga yang memergoki kendaraan yang mereka pakai dan mencatat nomor polisinya.

“Berbekal informasi ini, anggota polsek dibantu tim reskrim dan intel Polres Boyolali melakukan penyelidikan. Berhasil diringkus satu tersangka pemilik kendaraan yaitu Agnes Henky di Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo,” terangnya.

Setelah dilakukan pengembangan, tiga pelaku lainnya ditangkap di Semarang. Mereka akan dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara lima tahun. (wid/wa)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia