Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Pendidikan

Universitas Surakarta Luluskan 757 Mahasiswa

27 Oktober 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Perdana

MEMBANGGAKAN: Pimpinan Universitas Surakarta dalam Sidang Senat Terbuka Unsa Wisuda S1 dan S2 di gedung De Tjolomadu, Sabtu (26/10).

MEMBANGGAKAN: Pimpinan Universitas Surakarta dalam Sidang Senat Terbuka Unsa Wisuda S1 dan S2 di gedung De Tjolomadu, Sabtu (26/10). (ARIF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Universitas Surakarta (Unsa) kembali menggelar Sidang Senat Terbuka untuk program Sarjana Strata I (S1) dan Pascasarjana (S2) 2019/2020. Gelaran tersebut dilaksanakan di gedung De Tjolomadu, Sabtu (26/10).

Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Surakarta, Drs Djoko Sutanto, M.Si mengatakan rincian jumlah mahasiswa yang diwisudah cukup banyak. Seperti lulusan program sarjana sebanyak 693 wisudawan dan program pascasarjana sebanyak 64 wisudawan. Dimana dari jumlah 757 lulusan, terdapat 14 wisudawan berprestasi terbaik periode TA 2019/2020.

”Gelar sarjana dan magister yang diberikan kepada wisudawan seusai dengan ketentuan dan aturan mengenai gelar, serta lulusan perguruan tinggi yang dikeluarkan oleh Kemenristekdikti. Selain itu, semua lulusan sudah terdaftar dalam Penomoran Ijazah Nasional (PIN), sehingga siapa saja sudah bisa memastikan bahwa tidak ada mahasiswa siluman. Selain itu, lulusan juga sudah dibekali softskill untuk memperkuat minat bakat yang dimiliki,” Jelas Djoko kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.

Pihaknya berharap lulusan Unsa segera mengembangkan kemampuannya, serta menjadi pengabdian yang terbaik bagi Nusa dan Bangsa. Unsa selalu berkomitmen untuk mencetak lulusan yang kompeten, cakap, dan memiliki akhlak yang mulia dalam mengemban amanah memajukan kesejahteraan bangsa. Selain itu, lulusan ini juga diharapkan memiliki daya saing tinggi dan mampu mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam memanfaatkan kemajuan teknologi. Untuk itu, Unsa membekali para mahasiswa dengan softskill, sebagai salah satu proses pembelajaran.

Unsa telah mempersiapkan dan melengkapi sumber daya manusia (SDM) dengan kompetensi dan ketrampilan tepat guna pada era revolusi industri 4.0. Ini agar para lulusan mampu berkontribusi pada  pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bangsa.  

”Kami melakukan penyesuaian sarana dan prasarana pembelajaran untuk menghasilkan lulusan yang terampil. Bahkan melakukan rekonstruksi kurikulum pendidikan tinggi yang responsif terhadap revolusi industri. Termasuk menyiapkan sistem perkuliahan berbasis teknologi informasi untuk mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas,” pungkasnya. (gis/nik)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia