Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

DLH Ditantang Optimalkan Taman Kerten

27 Oktober 2019, 08: 45: 59 WIB | editor : Perdana

TAK KUMUH LAGI: Pembatas dipasang di proyek revitalisasi Taman Kerten.

TAK KUMUH LAGI: Pembatas dipasang di proyek revitalisasi Taman Kerten. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Perbaikan Taman Kerten di Jalan A. Yani, Laweyan masih berlanjut hingga November. Rampung dipercantik, pengelolaan taman diserahkan kelurahan setempat untuk dioptimalkan.

“Kan yang tahu kebutuhannya di kewilayahan (kelurahan). Jadi nanti lebih mudah melakukan pengawasan dan memberikan teguran jika ada pelanggaran di taman kota itu,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta Sri Wardhani Purbawidjaja, Sabtu (26/10). 

Perbaikan Taman Kerten menelan anggaran Rp 386 juta dengan masa pengerjaan selama tiga bulan, yakni Agustus hingga November. Awalnya, alokasi anggaran untuk revitalisasi Taman Kerten ditujukan untuk Taman Stabelan.

Tapi, karena kawasan Taman Stabelan digunakan untuk pasar darurat pedagang pasar legi, revitalisasi taman sempat ditunda. Pantauan Jawa Pos Radar Solo, fasilitas umum di Taman Kerten mulai tersedia. Seperti jalur pejalan kaki, bangku, lampu taman, open stage mini. 

Taman kota itu juga dilengkapi toilet. Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar taman difasilitasi dengan dibangunkan selter. Hingga kemarin, progress pembangunan lebih dari 50 persen.

Bobby Saputra, 25,  warga setempat menyambut baik revitalisasi Taman Kerten. Lokasi yang tadinya kumuh, jauh lebih rapi. "Kelurahan Kerten dipisahkan jalan raya. Permukinan di sisi timur sudah terfasilitasi Taman Cerdas yang juga hampir selesai pembangunannya. Sisi barat ada Taman Kerten. Anak-anak bisa main di sini dengan aman. Orang tuanya yang mau dagang pun bisa karena ada selter," jelasnya. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia