Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Olahraga
Run For Solo 2019

Ribuan Peserta Antusias Berebut Garis Finis

28 Oktober 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Ribuan Peserta Antusias Berebut Garis Finis

SOLO – Ribuan peserta dari berbagai daerah mengikuti perlombaan lari bertajuk Run For Solo 2019, Minggu (27/10) pagi. Kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Kota Surakarta ini tercatat diikuti lebih dari 2.000 peserta.

”Yang tercatat registrasi sebanyak 1.635 peserta, namun jika ditambah dengan supporting di luar yang registrasi, mungkin ada 2.000-an peserta yang menyemarakkan acara ini. Ini jelas melebihi target awal kita yang hanya sekitar 1.500 peserta. Sayang karena di gelar ditanggal, dan hari yang sama seperti saat ini, ternyata ada acara serupa di empat tempat berbeda, yang membuat banyak pelari yang menyebar di berbagai event yang ada. Mungkin karena sama-sama mengusung tema peringatan Hari Sumpah Pemuda, jadi banyak event serupa di hari ini (kemarin),” ucap Kepala Dinas dan Pemuda Olahraga (Dispora) Kota Surakarta Joni Hari Sumantri kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.

Run For Solo tahun kedua ini digelar di tiga kategori kelas yang disesuaikan dengan jarak berbeda. Mulai dari jarak 5 kilometer (5K), untuk kategori pelajar dan umum (lokal, nasional, fun run) putra maupun putri.

Lalu ada juga jarak 10 kilometer (10K) putra-putri. Kelas terjauh adalah 21 kilometer (21K) untuk umum, dengan kategori nasional dan internasional putra maupun putri

”Di kelas internasional diikuti empat pelari dari Kenya. Berbagai elemen masyarakat juga ikut menyemarakkan kegiatan ini,” terangnya.

Kejuaraan ini memperebutkan total hadian Rp 170,6 juta. Peserta Run For Solo 2019 telah menyemut di Kawasan Jalan Adi Sucipto, tepatnya di depan Plasa Manahan sejak pukul 05.30 WIB. Sekitar pukul 06.00 WIB, bendera start dikibarkan oleh Kapolresta Solo, AKBP Andy Rifai, yang ditemani oleh wali kota Surakarta F.X Hadi Rudyatmo, dan Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo. Ini menandai dimulainya acara tersebut.

“Lomba ini mengkolaborasikan, kebersaamaan yang dibangun dalam balutan olahraga. Yang utama meningkatkan gaya hidup sehat. Acara ini akan kita gelar rutin tiap tahunnya, dan semoga tahun depan bisa lebih meriah lagi dari ini,” ujar Wali Kota Rudy.

Lomba ini sendiri menggunakan beberapa ruas jalan utama di Kota Solo, termasuk Jalan Slamet Riyadi yang kebetulan tengah digunakan untuk event Car Free Day. Untuk kelas 21K, bahkan rutenya hingga di Jalan Sutami, yang menjadi ruang di depan  kampus UNS.

Peserta tertua di event ini adalah Sitin Sutrisno asal Nguter Sukoharjo. Dia tercatat kelahiran 5 Mei 1940, itu artinya saat ini Sitin berusia 79 tahun. Kalung medali yang melingkar di lehernya, membuat dia sukses finis di perlombaan ini.

”Saya masih rutin lari seminggu dua kali untuk menjaga kesehatan saya. Dulu di tahun 1991, saya bahkan sempat ikut sebuah kejuaraan di Jakarta, dengan jarak 45 kilometer. Kuncinya bisa tetap rutin mengikuti kejuaraan di usia seperti saya ini, adalah tidur yang diatur dengan benar, dan rutin berolahraga,” ujar Sitin.

Di kelas Internasional 21K Putra, juara diraih oleh Charles dari Kenya. “Saya senang ikut lomba ini,” ucapnya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia