Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Pelajar Dominasi Kasus Laka Lantas Boyolali

28 Oktober 2019, 12: 41: 16 WIB | editor : Perdana

INTENSIF: Jajaran Saltantas Polres Boyolali menggelar Operasi Zebra Candi 2019 di Jalan Solo-Semarang.

INTENSIF: Jajaran Saltantas Polres Boyolali menggelar Operasi Zebra Candi 2019 di Jalan Solo-Semarang. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Boyolali menunjukkan grafik peningkatan. Mirisnya lagi, angka kecelakaan didominasi usia pelajar. 

Menurut data Satlantas Polres Boyolali, semester pertama 2019, terjadi 453 kasus kecelakaan lalu lintas. Jumlah tersebut naik 23 persen dari periode yang sama di 2018. Yakni sebanyak 366 kejadian.

“Dari angka kejadian itu, melibatkan 609 sepeda motor. Artinya sepeda motor menyumbang angka tertinggi kecelakaan,” kata Kasat Lantas AKP Dwi Panji Lestari mewakili Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro, kemarin (27/10).

Kasat lantas menambahkan, kecelakaan lalu lintas yang terjadi didominasi usia pelajar atau mahasiswa. Tecatat 117 pelajar atau mahasiswa yang terlibat kecelakaan ini. Jumlah tersebut naik drastis dari tahun lalu yang hanya 70 orang saja. 

Mayoritas korban berada pada rentang usia 21-30 tahun. Sedangkan pelajar yang terlibat kecelakaan usia 16-20 tahun sebanyak 91 orang. “Kecelakaan lalu lintas di Boyolali ini paling banyak terjadi antara pukul 06.00 sampai pukul 09.00. Jumlahnya mencapai 108 kasus kecelakaan,” imbuhnya.

Tingginya angka kecelakaan tersebut menjadi pekerjaan rumah (peer) bagi jajaran satlantas. Agar kasus kecelakaan bisa ditekan. Salah satunya dengan membuat zona aman selamat sekolah. Selain itu, juga mengimbau kepada orang tua agar tidak mengizinkan anak-anak mengendarai sepeda motor. Khususnya yang belum memiliki surat izin mengemudi (SIM). (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia