Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Kritisi Pemerintah, Mahasiswa “Duduki” Bundaran Kartasura

29 Oktober 2019, 06: 30: 59 WIB | editor : Perdana

Massa Aliansi Solo Raya Bergerak gelar demonstrasi di kawasan Bundaran Kartasura, Senin (28/10)

Massa Aliansi Solo Raya Bergerak gelar demonstrasi di kawasan Bundaran Kartasura, Senin (28/10) (RAGIL LISYO/RADAR SOLO)

Share this      

Berita Terkait

SUKOHARJO – Ratusan mahasiwa yang tergabung dalam Aliansi Solo Raya Bergerak (Sorak) menggelar demonstrasi mengkritisi demokrasi Indonesia di Bundaran Kartasura, Senin (28/10).

Menjelang sore, peserta aksi bertambah. Hingga sekitar pukul 17.30, massa memblokade jalan baik dari arah timur (Solo), selatan (Jogjakarta) maupaun barat (Boyolali). Dampaknya, akses lalu lintas di Bundaran Kartasura lumpuh sekitar 10 menit. Pemilik kendaraan hampir bersamaan membunyikan klakson dan mahasiswa kembali membuka akses jalan.

Humas Sorak Muhammad Iss mengatakan, para aktivis kecewa dengan sejumlah regulasi dan kebijakan yang justru mengancam ruang demokrasi. "Kita mencermati formasi Kabinet Indonesia Maju di mana banyak kalangan pengusaha dan oligarki

bercokol di sana. Hal itu merupakan sinyal kuat bahwa rakyat akan dijadikan tumbal pembangunan," ujarnya.

Dalam tuntutannya, Sorak menyoroti RKHUP, sahkan RUU PKS, batalkan RUU KPK, RUU Pemasyarakatan dan pasal lain yang dinilai bermasalah, stop kriminalisasi aktivis, perusakan lingkungan, dan sebagainya. "Kami berharap tuntutan mahasiswa ini bisa dipenuhi,” tandasnya. 

Ditambahkan Iss, telah terjadi 1.769 konflik agraria terjadi yang mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak 41 orang di berbagai wilayah konflik. 546 orang dianiaya, 51 orang terluka tembakan, dan 940 orang dikriminalisasi.

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan, pihaknya mengerahkan 357 personel dibantu unsur TNI. “Rekayasa lalu lints juga kami terapkan mengantisipasi kemacetan,” ujarnya. (rgl/wa)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia