Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Curi HP, Pelaku "Teror" Keluarga Korban, Video Call Tunjukkan Kemaluan

29 Oktober 2019, 14: 02: 48 WIB | editor : Perdana

Guru BK SMAN 1 Karanganyar menunjukkan percakapan melalui aplikasi chatting dengan pelaku

Guru BK SMAN 1 Karanganyar menunjukkan percakapan melalui aplikasi chatting dengan pelaku (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Nasib apes dialami oleh KA, warga Bejen, Karanganyar Kota. Siswi SMAN 1 Karanganyar tersebut menjadi korban pencurian handphone di salah satu toko fotokopi. Ironisnya, pelaku yang berhasil menggondol HP KA menggunakan HP tersebut untuk melakukan pelecehan seksual terhadap teman-teman dan keluarga KA.

Yakni dengan cara melakukan panggilan video call ke nomor-nomor yang tersimpan di HP korban. Dalam video call itu, pelaku yang diduga laki-laki menunjukkan alat kelaminnya dengan cara dipegang.

Tak cukup sampai di situ, dalam video call pelaku juga menyampaikan syarat jika ingin HP tersebut bisa kembali ke KA. Syaratnya, teman, kerabat, dan korban yang menerima video call tersebut harus mengikuti permainan dari pelaku. Yakni dengan cara ikut memperlihatkan alat kemaluan atau yang lainnya.

Salah satu guru Bimbingan Konseling (BK) SMA N 1 Karanganyar Satri Setyawan mengungkapkan, kejadian yang menimpa anak didiknya tersebut terjadi pada Senin (28/10) pagi. Saat itu, KA yang hendak melengkapi berkas untuk lomba berniat melakukan scan data di toko fotokopi depan SMPN 1 Karanganyar dengan mengendarai sepeda motor.

Setelah parkir di depan toko fotokopi, tak sadar HP yang diletakan didalam dashboard motor matiknya hilang.
Jelang beberapa jam, pelaku yang mencuri HP melakukan penggilan video call ke ibu KA dan langsung menunjukan alat kelaminnya. Lantaran terkejut, ibu KA langsung ke sekolah dan melakukan pengecekan.

“Posisi handphone itu padahal dikunci dan ada paswordnya. Dalam vidio call tersebut, pelaku langsung menunjukan kelaminnya,” terang Satrio, Selasa (29/10).

Pihak sekolah telah melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Karanganyar. Sementara itu, Kapolres Karanganyar AKBP Catur Gatot Effendi melalui Kasat Reskrim AKP Dwi Haryadi mengaku, saat ini laporan baru diproses dan ditindaklanjuti untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Korban dan saksi sudah kita mintai keterangan. Video yang dilakukan oleh pelaku saat ini sudah kita amankan agar tidak menyebar kemana-mana,” ucap Dwi. (rud/ria)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia