Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Pemkot Solo Bidik Ratusan Objek Wisata Baru

29 Oktober 2019, 16: 06: 29 WIB | editor : Perdana

SADAR WISATA: Salah satu gang kampung di kawasan Semanggi yang didesain menjadi lebih menarik.

SADAR WISATA: Salah satu gang kampung di kawasan Semanggi yang didesain menjadi lebih menarik. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Kota Bengawan memang tidak memiliki sumber daya alam (SDA) untuk diolah menambah pendapatan asli daerah (PAD). Namun, Solo kaya akan kampung kreatif. Nah, potensi itu bakal digarap guna menarik wisatawan.

Mengacu pendataan awal Dinas Lingkungan Hidup (DLH), ada beberapa kampung wisata berpotensi dijual. Di antaranya Kelurahan Jayengan yang terkenal dengan perajin batu permata, Kelurahan Serengan pusatnya perajin blangkon, dan Kauman sebagai sentra batik.

"Kalau dari jenis UMKM (usaha mikro kecil menengah), ada belasan kampung yang potensi wisatanya sudah terlihat. Puluhan kampung lain bersifat heritage dan edukasi. Sisanya potensi seni dan budaya lokal. Kalau dihitung kasar, mungkin ada seratusan (kampung) yang berpotensi jadi wisata baru," 

beber Kepala Dinas Pariwisata Kota Surakarta Hasta Gunawan, Senin (28/10).

Butuh strategi dan dukungan total warga setempat agar kampung wisata optimal. Hasta mencontohkan di Kampung Permata dan Blangkon. Potensi wisata di tempat itu bukan hanya dari sisi jual beli produk. Tapi juga proses pembuatan kerajinan yang di-display sedemikian rupa agar menarik untuk diamati wiatawan. 

“Ada atraksi yang juga dijual. Lha ini nanti dioptimalkan dengan kelompok-kelompok masyarakat di lingkungan setempat,” jelasnya.

Keseriusan pemkot memacu munculnya objek wisata baru juga diwujudkan dengan menginisiasi dibentuknya anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) pariwisata.

"Kita tahu Solo memiliki banyak potensi wisata dan budaya. Beberapa di antaranya tersembunyi di balik permukiman padat. Setelah digali, ternyata banyak kelurahan berpotensi menjadi destinasi wisata. Nah, untuk meningkatkan potensi itu, kita terjukan linmas sektor pariwisata," terang Sekretaris Satpol PP Kota Surakarta Arif Darmawan. 

Tercatat sebanyak 17 kelurahan telah mengirimkan dua perwakilan Linmas hasil seleksi. Yakni berusia tidak lebih dari 35 tahun dan pendidikan minimal setara SMA. Mereka dilatih agar lebih mudah berkomunikasi secara baik dengan wisatawan, serta paham potensi wisata di kelurahannya.  Bukan hanya pelatihan, tahun depan, satpol PP akan menyiapkan seragam khusus Linmas pariwisata agar lebih mudah dikenali. 

Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Tuti Orbawati mengapresiasi program Linmas Pariwisata. Ini menandakan seluruh elemen masyarakat makin sadar akan potensi wisata di lingkungannya.

"Selama ini kan Linmas sudah mengenal lingkungannya. Tinggal diberikan pedoman khusus untuk berinteraksi dengan wisatawan. Mereka bisa menjadi pemandu wisata di kelurahan masing-masing," tuturnya. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia