Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Ratusan Anak Terjaring Operasi Lalu Lintas

30 Oktober 2019, 14: 41: 10 WIB | editor : Perdana

ABAIKAN KEAMANAN: Pengendara motor memboncengkan anak tanpa dipakaikan helm

ABAIKAN KEAMANAN: Pengendara motor memboncengkan anak tanpa dipakaikan helm (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Entah lantaran terlalu sayang terhadap anak atau justru tak peduli. Faktanya, masih banyak orang tua yang membiarkan anak-anak mereka mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya, padahal masih di bawah umur. Alhasil, anak-anak di bawah umur itu justru terjaring operasi satlantas.

Selama sepekan digelar Operasi Zebra Candi 2019 di Sragen, tercatat ada 1.819 pelanggaran lalu lintas. Dari jumlah tersebut, hampir separo kasus pelanggaran melibatkan anak di bawah umur. 

Kasat Lantas Polres Sragen AKP Sugiyanto mewakili Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan mengatakan, selama operasi sudah ada 1.610 pelanggar yang kena bukti pelanggaran (tilang). Selain itu, ada 209 orang yang kena teguran.

”Sangat disayangkan, ada saja anak di bawah umur yang dibiarkan mengendarai motor sendiri. Padahal katanya ini sistem zonasi yang sekolahnya relatif dekat dengan rumah. Menggunakan sepeda saja seharusnya cukup,” ungkap Sugiyanto, Selasa (29/10).

Dari keseluruhan jumlah pelanggaran, paling banyak adalah pengendara yang tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM). Hal itu banyak ditemukan di daerah perbatasan. Para pengendara beralasan mereka tidak punya waktu untuk mengurus pembuatan SIM. 

Diakui Sugiyanto, pelanggaran lalu lintas di Sragen masih cukup tinggi. Per hari rata-rata terjadi 14 hingga 15 kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Ironisnya, pelanggaran yang melibatkan anak di bawah usia 17 tahun cukup tinggi, jumlahnya hampir 50 persen.

”Sudah kita sosialisasikan kepada klub-klub motor IMS dari Parsi Mobil Sragen Asri. Laka lantas biasa terjadi pukul 18.00 hingga 20.00, makanya kita maksimalkan, kita nongrong di tempat kejadian. Kita operasi tidak hanya pagi, tapi siang dan sore," jelas Sugiyanto.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Sragen AKP Agus Jumadi menyampaikan, sampai saat ini barang bukti yang telah diamankan adalah STNK sebanyak 1.584 lembar, SIM 19 keping, dan kendaraan bermotor tujuh unit. Pelanggaran didominasi pengendara sepeda motor mencapai 966 kasus, kendaraan penumpang 641 kasus, bus dua kasus, dan mobil barang satu kasus.

Rata-rata pelanggaran setiap hari mencapai 300-an kasus. ”Operasi Zebra Candi 2019 masih akan digelar hingga Selasa (5/11),” pungkas Agus. (din/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia