Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

KPU Sukoharjo: Maksimal 4 Pasang Cabup-Cawabup 

30 Oktober 2019, 15: 02: 26 WIB | editor : Perdana

PESTA DEMOKRASI: Tempat pemungutan suara Pemilu Serentak 2019 yang didesain secara unik. Untuk pemilihan kepala daerah dijadwalkan digelar tahun depan.

PESTA DEMOKRASI: Tempat pemungutan suara Pemilu Serentak 2019 yang didesain secara unik. Untuk pemilihan kepala daerah dijadwalkan digelar tahun depan. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo menetapkan maksimal empat kandidat pasangan calon bupati-calon wakil bupati (cabup-cawabup) pada pemilihan kepala daerah (Pilkada 2020).

Empat pasang cabup-cawabup itu terdiri dari tiga pasang dari partai politik (parpol), satu pasang calon independen. Komisioner KPU Sukoharjo Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia Suci Handayani mengatakan, bakal calon (balon) independen bisa mendaftar mulai 11 Desember dengan mengantongi minimal 50.216 dukungan.

"Syarat jumlah dukungan itu sesuai PKPU (Peraturan KPU) Nomor 3/2017 di mana dukungan perseorangan minimal 7,5 persen dari daftar pemilih tetap (DPT) pemilu terakhir yakni sebanyak 669.546 orang," terangnya, Selasa (29/10).

Ketua KPU Sukoharjo Nuril Huda menuturkan, penetapan empat pasang kandidat calon kepala daerah telah dibahas dalam rapat pleno. Di mana pengusulan balon oleh parpol berdasarkan komposisi perolehan suara pemilihan legislatif (Pileg) 2019.

"Jika parpol ingin mengusulkan nama calon, maka harus mengantongi sembilan kursi di DPRD," terangnya.

Komposisi kursi di DPRD Sukoharjo saat ini, imbuh Nuril, sebanyak 20 kursi diduduki legislator dari PDIP, sedangkan Partai Golkar, Gerindra, PAN dan PKS masing-masing mendapatkan lima kursi, PKB tiga kursi, serta Partai Demokrat dan Nasdem satu kursi. Artinya, hanya PDIP yang bisa mengusung calon kepala daerah tanpa berkoalisi.

"Partai lainnya harus membentuk koalisi jika ingin mengusulkan nama calon dalam Pilkada 2020," jelas dia.

Penetapan jumlah kadidat juga disesuaikan anggaran pilkada di APBD 2020 senilai Rp 21 miliar. "Dana itu (digunakan) mulai dari proses tahapan sampai pelantikan bupati dan wabup terpilih. Anggaran masih dalam pencermatan Pemkab Sukoharjo," katanya. (rgl/wa)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia