Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Dampak Angin Kencang Rugikan Rp 160 Juta

30 Oktober 2019, 15: 06: 24 WIB | editor : Perdana

DARURAT: Personel BPBD Sukoharjo pangkas dahan pohon yang tumbang akibat angin kencang, Senin (28/10). 

DARURAT: Personel BPBD Sukoharjo pangkas dahan pohon yang tumbang akibat angin kencang, Senin (28/10).  (BPBD SUKOHARJO FOR RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Ratusan rumah di Kecamatan Polokarto dan Mojolaban mengamali rusak ringan hingga berat akint diterjang hujan dan angin kencang, Senin (28/10). Kerugian sementara diperkirakan Rp 160 juta.

Kepala Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto mengatakan, wilayah terdampak puting beliung di Polokarto yakni, Desa Polokarto, Jatisobo, Wonorejo, dan Mranggen. Sebanyak tiga rumah mengalami rusak berat, ratusan lainnya rusak ringan.  "Kerusakan kategori ringan paling banyak di Desa Mranggen. Sekitar 98 rumah," katanya, Selasa (29/10).

Hingga kemarin, BPBD Sukoharjo masih melakukan pendataan kerusakan mengingat wilayah terdampak angin kencang cukup luas. Sementara itu, kondisi serupa ditemui di Kecamatan Mojolaban.

"Rata-rata (rumah warga) mengalami rusak ringan. Seperti genting yang terbawa angin atau pun atap tertimpa pohon. Ada rumah roboh karena memang terbuat dari bambu. Sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa. Baik manusia maupun ternak," beber dia.

Diberitakan sebelumnya, hujan disertai angin kencang melanda dua kecamatan di Kota Makmur. Di Kecamatan Mojolaban, desa terdampak yakni Joho, Klumprit, Palur, Triyagan, Sapen, Bekonang, Cangkol, Plumbon, Wirun dan Demakan, sedangkan di Kecamatan Polokarto yakni Desa Wonorejo, Mranggen, Godog, dan Bakalan.

BPBD Sukoharjo telah menerbitkan surat edaran agar masyarakat ekstrawaspada dengan hujan deras serta angin kencang di musim pancaroba. Warga diimbau mengecek bangunan rumah serta memotong dahan pohon yang berpotensi tumbang. (rgl/wa)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia