Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Tunggak Bayar, Pemkot Segel 12 Kamar Rusunawa

31 Oktober 2019, 13: 21: 29 WIB | editor : Perdana

MELANGGAR: Petugas Satpol PP menempel stiker tanda segel di pintu kamar rusunawa yang menunggak biaya sewa, Rabu (30/10).

MELANGGAR: Petugas Satpol PP menempel stiker tanda segel di pintu kamar rusunawa yang menunggak biaya sewa, Rabu (30/10). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Gara-gara penghuni nunggak bayar uang sewa, 12 kamar di Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) Kerkov, Purwodiningratan, Jebres disegel petugas. Pemkot memberikan waktu sepekan untuk penyelesaian administrasi atau harus angkat kaki dari fasilitas milik pemerintah ini.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Sewa Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperum KKP) Kota Surakarta Iswan Fitradias membenarkan, sejumlah penghuni Rusunawa Kerkov telah menunggak pembayaran sewa lebih dari tiga bulan terakhir. Pemkot memutuskan menyegelnya. “Tunggakan sewa mulai dari tiga bulan sampai tiga tahun. Sementara ini kami segel,” jelas dia di sela kegiatan, kemarin.

Sebelum upaya penyegelan aset itu dilakukan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya komunikasi dengan pihak penghuni terkait. Toleransi sudah diberikan. Sayang upaya persuasif itu tak diindahkan penghuni kamar yang kini disegel. 

“Sebelum penyegelan kami sudah menggelar rapat internal. Rapat ini melibatkan paguyuban rusunawa, kelurahan, kecamatan, dan dinas terkait,” beber dia.

Dalam rapat tersebut, ditemukan bahwa puluhan penghuni menunggak sewa. Pemberitahuan pun kemudian dilayangkan kepada masing-masing penghuni. Jelang penyegelan, jumlah tersebut ikut berkurang. “Awalnya jumlah penunggak itu 58 kamar. Mereka langsung menyelesaikan administrasi. Kini tinggal menyisakan 12 kamar yang masih belum merespons,” papar Iswan.

Pemerintah masih memberikan dispensasi hingga sepekan ke depan. Namun apabila hal itu tak diindahkan, penghuni terpaksa harus angkat kaki dari rusunawa tersebut. “Selain menyegel, kami juga mencabut surat izin menempati. Tapi kami masih memberikan kesempatan sampai Senin (4/11) mendatang untuk menyelesaikan tunggakan. Kalau administrasinya sudah diselesaikan nanti segel akan dibuka oleh satpol PP,” sambung Sekretaris Disperum KKP Kota Surakarta Taufan Basuki.

Hingga saat ini Pemkot Solo telah membangun tujuh rusunawa. Di antaranya Begalon, Jurug, Semanggi, Kerkov, Mojosongo, Putri Cempo, dan Mangkubumen. Harga sewa bervariasi, mulai Rp 70 ribu hingga Rp 100 ribu. Selain menertibkan penghuni di Rusunawa Kerkov, pihaknya juga bakal menertibkan penghuni bermasalah di rusunawa lainnya seperti di Rusunawa Putro Cempo. Penertiban ini dilakukan agar penghuni rusunawa tertib aturan. 

“Selain di Kerkov ada juga penunggak sewa di Rusunawa Mojosongo Blok A. Masalah lainnya adalah belum ditempatinya sejumlah kamar di blok C dan D meski kuncinya sudah diserahkan pada penghuni,” tuturnya. (ves/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia