Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Olahraga

Emas Perdana di Paralympic Terbuka Lebar

31 Oktober 2019, 13: 38: 05 WIB | editor : Perdana

ANDALAN: Atlet bulu tangkis Indonesia Leani Ratri (jaket hijau) dan Hari Susanto (jaket Merah) saat sukses meraih emas di kejuaraan dunia di Turki, April lalu.

ANDALAN: Atlet bulu tangkis Indonesia Leani Ratri (jaket hijau) dan Hari Susanto (jaket Merah) saat sukses meraih emas di kejuaraan dunia di Turki, April lalu. (NPC FOR RASO)

Share this      

SOLO – National Paralympic Commitee (NPC) Indonesia benar-benar tengah optimistis. Dua event besar di 2020 sudah ada di depan mata. Mulai dari Asean Para Games di Filipina, dan akan dilanjutkan Paralympic di Jepang.

Hingga saat ini Kontingen Indonesia terdiri dari delapan cabang olahraga (cabor), yang dipastikan lolos ke Paralympic. Di mana hingga hari ini Indonesia sudah memiliki 29 atlet yang dipastikan lolos ke Jepang. Indonesia dipastikan akan terjun di cabor atletik, renang, angkat berat, para cyling, menembak, panahan, tenis meja dan bulu tangkis.

“Dari jumlah atlet dan cabor, jelas ini lebih banyak dari episode sebelumnya. Dan semuanya lewat jalur prestasi, karena melalui peringkat dunia. Beberapa tahun lalu sebagain besar melalui fase wildcard,” terang Wakil Sekjen NPC Indonesia Rima Ferdianto kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.

Di episode sebelumnya, Indonesia selalu gagal mendulang medali emas. Di Paralympic London Inggris 2012, David Jacobs dari cabor tenis meja menyumbangkan medali perunggu. Medali yang sama diumbangkan oleh lifter Ni Nengah Widiasih di Paralympic 2016 di Rio de Janeiro Brasil.

Bulutangkis, ternyata jadi andalan utama untuk mendulang medali emas. Hal ini lantaran dari cabor ini ada beberapa nama yang berstatus peringkat satu dunia. Seperti Deva Anrimusti (SU5), Leani Ratri (SL4), hingga Hari Susanto (SL4).

”Leani Ratri bahkan berpredikan peringkat satu dunia di tiga kelas berbeda. Mulai dari kelas tunggal, mix, dan ganda putri. Jadi kami sangat optimis kita bisa pecah telur dapat emas di Paralympic kali ini,” ucapnya. 

Bulutangkis sendiri ada tujuh atlet yang masuk proyeksi, dengan enam diantaranya sudha pasti mendapat tiket menuju Negara Matahari Terbit.

“Satu nama sisa adalah Suryo. Dia belum pasti karena masih menunggu kalau peserta dari benua Afrika maupun Asutralia tidak ada wakilnya. Walau dia menyabet peringkat dua dunia (kelas SU5) di bawah Deva, namun peraturan terkait peringkat mengharuskan satu negara satu peserta melalui jalur prestasi. Namun ketika ada salah satu benua tak ikut, berarti Suryo bisa  ikut ke Paralympic,” ucap Rima. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia