Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Pendidikan

MGtC di UNS Jadi Wadah Edukasi Pelajar

31 Oktober 2019, 15: 15: 42 WIB | editor : Perdana

BERLAJAR SEJARAH: Siswa SD di Kecamatan Jebres sambangi MGtC di Auditorium UNS.

BERLAJAR SEJARAH: Siswa SD di Kecamatan Jebres sambangi MGtC di Auditorium UNS. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Museum Goes to Campus (MGtC) di Auditorium UNS, 29-30 Oktober tak hanya menarik perhatian sejarawan dan mahasiswa. Bahkan anak-anak pun terlihat antusias dan mengamati semua koleksi yang ada di MGtC. Kemarin (30/10) misalnya, puluhan siswa dari SDN Ngoresan dan beberapa sekolah di sekitar kampus UNS terlihat mengamati semua koleksi yang dipamerkan di MGtC.

Mereka antusias mencatat nama-nama benda bersejarah. Sembari mendengarkan dengan seksama pejelasan guru pendamping. Puas menjelajahi booth-booth yang ada, mereka berkesempatan menjajal beberapa permainan tradisional. Ada bitingan, engklek, dakon, lompat tali, dan lainnya.

“Aku coba main bitingan sama teman-teman. Susah sekali, tapi seru juga. Aku harus memindahkan lidi pakai lidi. Tapi tidak boleh kena lidi lain. Kalau berhasil, rasanya seperti menyelesaikan tantangan berat,” ujar Ardian, siswa SDN Ngoresan.

Sementara itu, Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Jamal Wiwoho berharap ada terobosan dari pengelola museum. Agar pengunjung betah dan tertarik berkunjung ke museum. Seperti halnya masyarakat menikmati hiburan di pusat perbelanjaan atau tempat wisata menarik lainnya.

“Ini artinya, kemasan museum harus didesain menjadi tempat yang menarik, atraktif, dan tidak membosankan. Saya berpendapat mengelola museum sama seperti membangun brand. Membangun janji. Karena ketika datang ke museum, mereka akan mendapat sesuatu dan pengalaman menarik,” ucapnya.

Ditambahkan Jamal, keunikan dan ciri khas museum harus dirumuskan. Agar memperoleh respons positif dari pengunjung. Terutama kaum milenial dan generasi muda. Caranya, memanfaatkan media digital. “Karena mengundang anak-anak milenial lalu beraktivitas di museum, yang terjadi secara mudah dan viral, museum akan diberitakan dan ditayangkan di media sosial,” sambungnya.

MGtC memamerkan beragam koleksi dari 28 museum di seluruh Indonesia. Juga dimeriahkan seminar permuseuman, workshop sejarah, bedah buku, lomba untuk mendekatkan generasi milenial dengan museum, dialog komunitas budaya, permainan anak tradisional, pentas seni, dan sebagainya. (sct/aya/fer)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia