Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Lurah Kabupaten Diduga Palsukan Surat Wasiat

31 Oktober 2019, 17: 30: 35 WIB | editor : Perdana

MERASA DIRUGIKAN: Agus Darmanto (kiri) bersama kuasa hukumnya Dwi Wahyu Prapto Wibowo melaporkan Lurah Kabupaten Hartini ke Mapolres Klaten.

MERASA DIRUGIKAN: Agus Darmanto (kiri) bersama kuasa hukumnya Dwi Wahyu Prapto Wibowo melaporkan Lurah Kabupaten Hartini ke Mapolres Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

DARI Mapolres Klaten, Agus Darmanto bersama kuasa hukumnya Dwi Wahyu Prapto Wibowo melaporkan Lurah Kabupaten, Kecamatan Klaten Tengah Hartini. Keduanya mendatangi satreskrim, melaporkan Lurah Hartini atas dugaan pemalsuan surat keterangan warisan (SKW).

Kepada Jawa Pos Radar Solo, Agus Darmanto melaporkan Hartini karena menandatangani SKW yang menyatakan Agus Yumiyanto adalah anak satu-satunya dan ahli waris Oedijono. Faktanya, Agus Yumiyanto merupakan anak pertama pasangan Mujiyono-Parmi

Agus Darmanto mengaku Hartini dengan sengaja membubuhkan tanda tangan dalam SKW pada 2016. Di dalamnya memuat keterangan yang tidak sesuai dengan fakta. “Agus Yumiyanto tidak pernah diangkat sebagai anak angkat atau adopsi berdasarkan penetapan pengadilan negeri,” Agus Darmanto yang merupakan adik kandung Oedijono.

Pelapor sudah berusaha melakukan klarifikasi terhadap Hartini. Yang bersangkutan mengaku sudah memeriksa dan membaca isi penetapan SKW serta akta kelahiran Agus Yumiyanto. Hartini bersikukuh dan membenarkan isi keterangan dalam SKW tersebut. Ini yang bikin Agus Darmanto kesal dan melaporkan Hartini ke kepolisian.

“Yang bersangkutan tetap membenarkan (isi SKW) yang dasarnya tidak jelas. Maka kami minta keadilan. Karena bisa berimbas kepada keluarga saya,” imbuh Agus Darmanto.

Kuasa hukum Dwi Wahyu Prapto Wibowo mengharapkan keadilan terhadap kliennya. Siapa pun yang nantinya bersalah, bisa ditindak secara hukum. Dia mengklaim Lurah Hartini sudah melakukan pemalsuan atau pembuatan SKW, dan atau turut serta membantu melakukan.

“Katanya yang bersangkutan sudah memeriksa dan membaca SKW itu. Padahal ada kejanggalan di dalamnya. Karena penetapan pengadilan bukan pengangkatan anak adopsi. Tetapi tentang kelahiran Agus Yumiyanto,” terang pria yang akrab disapa Bowo tersebut.

Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Klaten Iptu Sumardi mengaku sudah menerima laporan tersebut. “Selanjutnya dari penyidik akan melakukan pendalaman atas apa yang diadukan. Apakah ada unsur pidana atau tidak? Kami lakukan sesuai prosedur untuk pemberkasannya,” tandasnya.

Saat dikonfirmasi, Lurah Hartini tidak berada di ruang kerjanya, kemarin. Dari keterangan pegawai kelurahan, Hartini sedang menghadiri acara di Kecamatan Jogonalan. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia