Selasa, 10 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Niat Bela Sepupu, ABG Malah Dikeroyok, Korban & Pelaku Masih SMP

31 Oktober 2019, 20: 18: 56 WIB | editor : Perdana

Niat Bela Sepupu, ABG Malah Dikeroyok, Korban & Pelaku Masih SMP

SOLO - Niat hati membela adik sepupunya yang digoda kakak kelas, RH, 14, warga kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres malah dikeroyok sekelompok remaja. Ironisnya, baik korban maupun pelaku masih duduk di bangku SMP.

Ditemui usai pemeriksaan saksi di Mapolresta Surakarta, Kamis (31/10), RH bercerita awalnya dia mendapat keluhan dari sang adik sepupu, SL. SL kerap digoda oleh M, kakak kelasnya di SMP swasta di Solo. "Jadi M itu suka sama adik saya, tapi ditolak. M kelas IX," kata RH.

Diduga buntut dari penolakan itu, M sering mengganggu SL, bahkan mengirimkan pesan berupa ancaman. Karena tidak kuat, SL mengadu pada RH. 

"Saya dikasih nomor M, saya WA (Whatsapp) dia, cuma mau tanya kenapa mengganggu adik saya. Kemudian minta ketemuan Selasa (21/10) kemarin di sekolahnya setelah pulang sekoĺah," beber RH yang kini duduk di kelas VII salah satu SMPN di Solo.

Tiba pada hari yang ditentukan, RH datang bersama teman sekolahnya ke sekolah M. Di sana sudah ada lima teman M. M lantas mengajak RH menuju gang sempit di sisi selatan sekolah. Alih-alih mendapat klarifikasi, tanpa banyak cakap M langsung memukul mata kanan RH. Akibat pukulan itu, tubuh RH ambruk.

Tak sampai di situ, M dibantu teman-temannya lanjut menghajar dan mengeroyok RH. Pengeroyokan baru berakhir setelah teman korban memisahkan pertikaian tersebut.

Agus Kistianto, 42, ayah RH menuturkan, putranya telah diperiksakan ke RS Kustati untuk mendapat perawatan. Agus juga berbicara dengan keluarga M dan mereka sempat sepakat untuk berdamai. Yakni Keluarga M menanggung biaya pengobatan RH. 

"Namun, sore kemarin omongannya berubah. Malah tidak mau bertanggung jawab dan menantang kejadian ini dibawa ke ranah hukum," papar Agus.

Dari tantangan tersebut Agus melaporkan hal itu ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Surakarta.

"Tentu karena sifatnya aduan, yang teradu akan kita minta datang untuk melakukan klarifikasi. Kemudian, kalau terjadi pada saat jam pembelajaran, pihak sekolah juga akan kita klarifikasi," pungkas Kasat Reskrim Polresta Surakarta AKP Arwansa. (atn/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia