Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Mal Pelayanan Butuh Lahan Luas

01 November 2019, 14: 38: 00 WIB | editor : Perdana

TINGKAT 4: Gedung bekas kantor Bank Danamon yang digadang-gadang menjadi mal pelayanan publik.

TINGKAT 4: Gedung bekas kantor Bank Danamon yang digadang-gadang menjadi mal pelayanan publik. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pemkot berencana menggunakan bekas kantor Bank Danamon di kawasan Benteng Vastenburg sebagai mal pelayanan publik (MPP). Namun, DPRD Surakarta menilai bangunan tersebut kurang representatif dan menyarankan MPP memanfaatkan bangunan Graha Wisata Niaga Sriwedari.

Saran tersebut disampaikan berdasarkan studi banding yang dilakukan Komisi I DPRD Kota Surakarta ke Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Di dua kota tersebut, MPP dibangun di lahan yang sangat luas dengan fasilitas pendukung lengkap.

“Sekitar 40 hektare. Jadi di sana memang benar-benar representatif. Ada delapan standar yang harus dipenuhi dalam MPP. Seperti ruang menyusui, ruang tunggu, kantin, tempat bermain anak, lahan parkir dan sebagainya. Kami memandang bekas Bank Danamon kurang representatif. Malah lebih bagus Graha Wisata Sriwedari,” beber Ketua Komisi I DPRD Kota Surakarta Suharsono di gedung dewan, Kamis (31/10).

Bila mengggunakan eks kantor Bank Danamon untuk MPP, imbuhnya, akan butuh banyak renovasi. Termasuk menambah lift untuk pengunjung. Pemkot juga perlu meninjau kesiapan fasilitas pendukung untuk masyarakat berkebutuhan khusus.

“Kalau lahan parkir kan masih bisa di kawasan benteng atau Galabo. Kalau pelayanannya kami kira tidak bisa maksimal,” imbuhnya.

Selain masalah bangunan fisik, pemkot juga belum mengajukan anggaran renovasi bangunan untuk MPP di APBD 2020.  Begitu juga anggaran untuk persiapan kelengkapan MPP. Suharsono berharap niat baik membuat MPP dibarengi kesiapan sarana dan prasarananya.

“Semangat memiliki MPP ini sangat kami dukung. Karena Kota Solo juga perlu. Tapi, dari beberapa rapat kerja bersama pemkot memang masih perlu ada beberapa persiapan yang matang,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Surakarta Toto Amanto menyampaikan, bekas gedung Bank Danamon terdiri dari empat lantai. Rencananya lantai satu dan dua diproyeksikan untuk konter pelayanan, sedangkan lantai 3 dan 4 untuk perkantoran. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia