Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Balita dari Keluarga Miskin Kecemplung Air Panas, Alami Luka Serius

01 November 2019, 20: 26: 45 WIB | editor : Perdana

Balita asal Jatiroto yang mengalami luka bakar serius karena kecemplung panci air panas masih dirawat di RS Amal Sehat Slogohimo

Balita asal Jatiroto yang mengalami luka bakar serius karena kecemplung panci air panas masih dirawat di RS Amal Sehat Slogohimo

Share this      

WONOGIRI - Balita asal Desa Pesido, Kecamatan Jatiroto harus menjalani perawatan intensif di RS Amal Sehat, Slogohimo. Pasalnya balita tersebut tidak sengaja jatuh terduduk di panci yang berisi air panas.

Sejak Sabtu (26/10), Anantasiria Meisina, 3, warga Duwet RT 2 RW 1, Desa Pesido, Kecamatan Jatiroto terbaring di RS Amal Sehat, Slogohimo. Dia mengalami luka bakar di sekitar pinggang, pantat, dan bagian kemaluan.

"Awalnya, simbahnya mau ngasih minum kambing dengan air panas. Air panas diletakkan di bawah dekat kandang," kata Nita, 25, ibu dari Anantasiria, Jumat (1/11).

Sementara tak jauh dari situ, korban tengah bercanda sambil berjalan mundur-mundur. Nahas, tanpa disadari korban, dia menabrak panci air panas dari belakang dan jatuh terduduk di dalam panci.

"Kami langsung membawa ke RS Amal Sehat," ucap Nita.

Terpisah, bagian humas RS Amal Sehat Slogohimo Imawan Haris Nursalim mengatakan, pasien di rawat di ruang Aisyah 1. Kondisi saat ini semakin membaik. Hanya, kunjungan dibatasi untuk memperkecil infeksi.

"Kondisi keluarga sudah kita survei sebagai kebijakan biaya perawatannya. Pasien tidak punya BPJS, termasuk golongan warga miskin," kata Imawan.

Sementara itu, salah seorang dokter RS yang merawat pasien, Khairunisa Wardani mengatakan, kondisi Anantasiria di hari keenam perawatan sudah mulai stabil. Sebelumnya, pasien mengalami luka bakar derajat 2-3 seluas 25 persen dari perut sampai paha.

"Pasien juga mengalami infeksi sistemik atau sepsis," kata Khairunisa. (kwl/ria)

Dijelaskan Khairunisa, luka bakar pasien membaik, sudah mulai tumbuh jaringan granulasi. Tapi, sebelumnya sempat ada penyulit sepsis. Apalagi sebelumnya status gizi pasien juga kurang.

”Perkiraan hari rawat masih panjang. Luka bakar termasuk jenis penyakit yang durasi rawat inapnya panjang," pungkas Khairunisa. (kwl/ria)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia