Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

6.400 KK Terdampak Limbah Etanol ,Operasional Tiga Lokasi IPA Distop

02 November 2019, 19: 06: 45 WIB | editor : Perdana

TERGANGGU: Operasional instalasi pengolahan air Semanggi dihentikan sementara karena pencemaran air Sungai Bengawan Solo kian parah.

TERGANGGU: Operasional instalasi pengolahan air Semanggi dihentikan sementara karena pencemaran air Sungai Bengawan Solo kian parah. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Toya Wening Surakarta terpaksa menghentikan sementara operasional instalasi pengolahan air (IPA) Semanggi, Jurug, dan Jebres. Sebab, pencemaran air di Sungai Bengawan Solo semakin parah. Di antaranya karena limbah etanol yang diduga dari produksi alkohol di kawasan Sukoharjo.

"Semua limbah menyebar di Sungai Bengawan Solo. Kita tidak bisa ambil air untuk diolah sebagai air bersih," terang Kepala Urusan Produksi IPA Semanggi Basir, Jumat (1/11).

Saking parahnya pencemaran menyebabkan ikan-ikan di Sungai Bengawan Solo yang mati. Saat petugas mengambil sampel air untuk diuji lab, tercium bau etanol menyengat. "Warnanya hitam pekat, baunya alkohol. Diduga dari limbah industri di Sukoharjo yang memproduksi ciu," terangnya.

Humas PDAM Surakarta Bayu Tunggul Pamilih menegaskan, limbah etanol mengalir dari hulu sungai wilayah Mojolaban, Sukoharjo melalui Sungai Samin yang merupakan anak Sungai Bengawan Solo. Limbah tersebut terpantau dari pagi sampai sore. “Kami terpaksa menghentikan operasi IPA Semanggi sejak Kamis (31/10) karena bahan baku (air) tercemar limbah etanol," ujar dia.

Berhentinya operasional IPA Semanggi diperburuk dengan habisnya air reservoir hasil pengolahan IPA Semanggi. Dampaknya, distribusi air bersih kepada pelanggan di wilayah Pasar Kliwon dan sekitarnya terganggu. Sebagai solusi sementara, PDAM menyalurkan bantuan air bersih di lokasi terdampak.

"Ada sebanyak 6.400 KK (kepala keluarga) yang menjadi pelanggan (PDAM) di lokasi tersebut tidak bisa menikmati air bersih dari PDAM," ungkapnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, dropping air bersih menggunakan lima armada bersih dilakukan di wilayah Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon  "Dropping di Mojo kita lakukan sebanyak empat kali mulai dari Kamis malam sampai Jumat pagi," terang Emmron Rekso, petugas PDAM Surakarta.

Renny, warga Kampung Noko RT 02 RW 06, Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon menuturkan, sejak Kamis (31/10), air PDAM sudah tak dapat digunakan. "Kamis malam keluar, tetapi airnya keruh. Saya berharap kondisi air PDAM segera normal," ujar dia. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia