Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Pengembang Properti Lirik 2 Kecamatan Karanganyar

02 November 2019, 19: 49: 45 WIB | editor : Perdana

MENJAMUR: Salah satu kawasan pengembangan perumahan di Karanganyar

MENJAMUR: Salah satu kawasan pengembangan perumahan di Karanganyar (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Tren pengembangan perumahan di Karanganyar mulai bergeser ke Kecamatan Tasikmadu dan Gondangrejo. Padahal, dua wilayah ini beberapa tahun terakhir masih didominasi lahan pertanian.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Karanganyar, Nunung Susanto. Dia menjelaskan, Kecamatan Tasikmadu dan Gondangrejo kini dilirik pengembang perumahan baik yang bersubsidi maupun nonsubsidi. Padahal sebelumnya tren pengembangan perumahan ada di Colomadu dan Jaten.

”Beberapa tahun terakhir, pengembangan perumahan di Colomadu dan Jaten sudah mengalami penurunan. Hal itu dikarenakan keterbatasan wilayah. Saat ini sebagian besar sudah dipenuhi perumahan,” jelas Nunung didampingi Sekretrais DPMPTSP Nugroho.

Nugroho menambahkan, pengajuan izin pengembangan perumahan disesuaikan dengan peraturan daerah (Perda) rancangan tata ruang wilayah (RTRW). Wilayah Tasikmadu dan Gondangrejo saat ini masih cukup banyak lahan yang bisa dikembangkan untuk perumahan. Saat mengajukan izin, pengembang diwajibkan mendaftar melalui Online Single Submission (OSS).

”Semua lewat online dan nanti kalau mau lihat melalui admin dan hanya bisa dilihat di kantor,” singkatnya.

Kepala Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Karanganyar Sundoro mengungkapkan, pengembangan perumahan di Karanganyar sedikit mengalami peningkatan. Pihaknya meminta pengembang segera melaporkan aset yang akan diserahkan ke pemkab.

”Ada hitunganya. 30 persen dari luas pembangunan itu, harus digunakan untuk fasilitas umum dan sosial seperti masjid dan ruang publik,” singkatnya.

Bupati Karanganyar Juliyatmono menjelaskan, wilayah Gondangrejo bisa dikembangkan sebagai pusat bisnis baru Solo Utara. Dia menyebutnya sebagai Solo Baru-nya Karanganyar.

”Perkembangan ekonomi dari sektor properti dan pembanguan hunian mengalami peningkatan. Di tahun 2019 ini, laju pertumbuhan ekonomi di Bumi Intanpari menujukkan angka 5,95 persen. Ini tidak luput karena ada proyek nasional di Karanganyar,” kata bupati. (rud/adi)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia